Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OPEC dan Sekutu Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak Mentah

Anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi, serta non-anggota yang dipimpin oleh Rusia, telah bertemu setiap bulan untuk menentukan tingkat produksi karena mereka menghadapi pemulihan permintaan yang belum pasti.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 02 April 2021  |  15:04 WIB
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA – Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan negara-negara sekutunya telah memutuskan untuk menambah kembali secara bertahap produksi minyak sekitar 2 juta barel, dari Mei hingga Juli.

Eskalasi produksi tersebut bergerak dengan hati-hati seiring dengan pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19.

Dilansir dari ABC News (2/3/2021), OPEC tengah mengembalikan produksi yang terpangkas tahun lalu untuk mendukung harga seiring dengan merosotnya permintaan selama resesi terburuk akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Arab Saudi pada periode yang sama akan memulihkan tambahan 1 juta barel per hari dalam pemotongan yang dibuatnya sendiri.

Anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi, serta non-anggota yang dipimpin oleh Rusia, telah bertemu setiap bulan untuk menentukan tingkat produksi karena mereka menghadapi pemulihan permintaan yang belum pasti.

Mereka menghadapi tekanan yang saling bertentangan, seperti meningkatkan produksi sebelum adanya permintaan berisiko menurunkan harga. Namun, tingkat produksi yang lebih rendah membuat anggaran nasional kehilangan uang pada saat yang sulit.

Harga minyak diperdagangkan lebih tinggi meskipun ada keputusan untuk meningkatkan produksi, sehingga menunjukkan pasar melihat lebih dari cukup permintaan minyak tambahan.

Minyak mentah diperdagangkan 3,6 persen lebih tinggi pada US$61,28 per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent naik 3,1 persen per barel menjadi US$64,66.

Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman, yang telah mendesak pendekatan yang hati-hati dengan pemulihan yang masih belum pasti, mengatakan bahwa “kehati-hatian masih ada” dalam pendekatan kelompok tersebut.

“Sampai bukti pemulihan tidak dapat disangkal, kita harus mempertahankan sikap hati-hati ini. Ombak masih tinggi dan laut tetap ganas," kataya.

Salah satu alasannya adalah gelombang baru infeksi di Eropa yang menahan ekonomi di tengah upaya vaksinasi yang lambat.

Dia mencatat bahwa pengurangan hanya akan berlaku mulai Mei, yang berarti bahwa pemotongan sukarela Saudi masih memiliki waktu satu bulan untuk dijalankan. Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan perjanjian tersebut, grup dapat mengubah, atau menyesuaikan produksi sesuai kebutuhan dalam beberapa bulan mendatang.

Harga minyak mentah yang lebih tinggi pada akhirnya tercermin dalam harga bensin untuk pengemudi kendaraan bermotor di Amerika Serikat, karena mencapai setengah dari harga di SPBU.

Faktor lain yang dapat segera mendorong harga lebih tinggi adalah permintaan bensin yang mendekati level sebelum pandemi. Rata-rata nasional sebesar US$2,86 yang dilaporkan minggu ini oleh federasi klub otomotif AAA seharg 15 sen lebih tinggi dari bulan lalu dan 84 sen lebih tinggi pada tahun tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak

Sumber : ABC News

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top