Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Minta Pembangkit Listrik Chevron di Blok Rokan Dihibahkan

Pembangkit listrik yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi Blok Rokan dimiliki oleh PT Manday Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) tidak masuk dalam aset hulu migas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 01 April 2021  |  14:05 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak meminta pembangkit listrik yang ada di Blok Rokan untuk dihibahkan kepada negara pada saat alihkelola nantinya.

Pl.t Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan pembangkit listrik yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi Blok Rokan dimiliki oleh PT Manday Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) tidak masuk dalam aset hulu migas.

Adapun, MCTN dimiliki langsung oleh Chevron Standart Ltd dengan perjanjian jual beli biasa. Susana mengatakan, atas dasar tersebut maka Chevron berhak melelang pembangkit tersebut ke pengelola lain yang berminat.

"Dari sisi negara, SKK Migas ingin agar pembangkit tersebut dihibahkan ke negara mengingat selama beroperasi pembangkit tersebut berada di atas tanah negara dan tidak dikenakan sewa sesuai agreement serta secara bisnis pembangkit tersebut diestimasi sudah mendapatkan keuntungan jauh melebihi investasi awal," katanya kepada Bisnis, Rabu (31/3/2021).

Sementara itu, Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, tender pembangkit listrik itu justru menimbulkan masalah baru. Menurutnya dengan diadakannya proses tender berpotensi untuk menimbulkan praktik kotor.

Dia menjelaskan, mekanisme tender membuka peluang aset tersebut dikendalikan dengan layanan yang tidak optimal. Di sisi lain, dalam pengelolaan Blok Rokan, pasokan listrik merupakan salah unsur yang penting.

"Harus terjamin kelancaran pasokan listriknya. Gangguan sehari, kerugiannya bisa sangat besar," ujarnya dalam webinar Selasa (30/3/2021).

Dia berpendapat, karena usia aset yang mungkin hanya beberapa tahun, pemenang tender akan berusaha meraih untung sebesar-besarnya dengan cara menjual listriknya mahal.

Faisal berharap PT PLN (Persero) selaku pihak yang telah digandeng Pertamina untuk menyediakan listrik Blok Rokan bisa berdiskusi dan menemukan solusi dengan Chevron.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Blok Rokan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top