Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lakukan Revitalisasi Pabrik, RNI Perkuat Industri Gula Nasional

Dengan masih belum berproduksinya pabrik gula dalam negeri, maka penugasan impor diharapkan mampu menopang kebutuhan gula di pasar konsumsi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 01 April 2021  |  13:52 WIB
Ilustrasi gula
Ilustrasi gula

Bisnis.com, JAKARTA – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) memastikan ketersediaan stok gula menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan menjalankan penugasan impor gula, mengingat Ramadan dan Lebaran jatuh sebelum musim giling tebu tahun ini tiba.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan musim giling tebu jatuh pada pertengahan tahun ini sehingga pabrik gula RNI Group sendiri akan memulai musim giling tahun ini pada Mei 2021.

“Dengan baru dimulainya musim giling pada pertengahan tahun, maka stok gula yang didistribusikan terbatas sehingga butuh back up melalui impor,” ujarnya.

Menurut, dengan masih belum berproduksinya pabrik gula dalam negeri, maka penugasan impor diharapkan mampu menopang kebutuhan gula di pasar konsumsi dan memastikan stabilitas harga khususnya saat menghadapi lonjakan permintaan menjelang puasa dan Lebaran.

“Pada puasa dan Lebaran tahun ini diharapkan masyarakat tidak akan menghadapi kelangkaan gula, serta lebih mudah mendapatkan gula dengan harga yang stabil. RNI memastikan gula ritel yang didistribusikannya melalui brand Raja Gula dijual sesuai harga eceran tertinggi [HET] yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, RNI menjalankan penugasan impor gula sebanyak 75.000ton yang didatangkan secara bertahap pada Maret hingga April 2021.

Lebih lanjut, Arief memastikan RNI juga berkomitmen dalam memperkuat industri gula nasional. Upaya yang saat ini tengah dilakukan perseroan adalah melakukan revitalisasi pabrik gula dan perluasan areal perkebunan tebu.

“Saat ini ada 5 pabrik gula RNI yang beroperasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat dengan total kapasitas produksi 28 ribu TCD. Perseroan tengah melakukan pengkajian dan penjajakan kerja sama terkait pengaktifan kembali 1 sampai dengan 2 pabrik gula RNI di wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

Selain di lini off farm, Arief mengatakan RNI akan memperkuat lini on farm melalui perluasan areal perkebunan tebu dengan melakukan penambahan lahan tebu seluas 20.000 ha melalui kerja sama dengan Perum Perhutani.

Dengan penguatan on farm dan off farm, RNI berusaha menambah produksi gulanya dari 230.000 ton gula pada 2020 menjadi sekitar 430.000 ton gula pada 2024.

Di sisi lain, RNI juga memprioritaskan pemberdayaan dan penyerapan gula milik petani tebu rakyat. Arief meyakini keberadaan petani tebu rakyat sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan operasional pabrik gula ,bahkan bagi industri gula nasional.

Menurutnya, di tahun 2020, dari tiga Anak Perusahaan RNI yang bergerak dalam industri gula yaitu PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru, RNI telah menyerap tebu petani rakyat untuk digiling sekitar 3,3 juta ton bahan baku tebu, dengan jumlah petani tebu rakyat yang mejadi mitra RNI Group sekitar 4.000 petani.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rajawali nusantara indonesia impor gula lebaran
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top