Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Progres GMF AeroAsia Ekspansi ke Bandara Kertajati

GMF AeroAsia sedang bersiap untuk melakukan ekspansi ke Bandara Kertajati sesuai dengan rencana Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal pengembangan MRO.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:22 WIB
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi GMF melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi GMF melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) tengah menyusun studi kelayakan pembangunan fasilitas bengkel pesawat (maintenance repair overhaul/MRO) di kawasan Bandara Kertajati, Majalengka di Jawa Barat.

Hal itu menindaklanjuti rencana Kementerian Perhubungan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait dengan pengembangan bisnis non aeronautika yang tak hanya berfokus kepada kargo.

VP Corporate Secretary and Legal GMFI Fajar Rian sedang menjalin komunikasi dengan stakeholder terkait dan menyusun feasibility study agar pengembangan kawasan tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang disyaratkan untuk pengembangan bisnis MRO.

"Jelas kami menyambut dengan baik wacana pemerintah untuk mendukung industri perawatan pesawat udara yang akan dikembangkan di wilayah Bandara Kertajati," ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Di sis lain, Fajar juga menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi ketika menjalankan bisnis MRO. Pertama yakni penyelenggara bisnis perawatan pesawat udara tersebut harus memenuhi sertifikasinya dahulu untuk beroperasi.

Sejauh ini, GMF sudah mengantongi sertifikasi dari FAA (Amerika), EASA (Eropa), DGCA (Indonesia) serta dari 25 negara lain. Selain itu, sejalan dengan komitmen untuk mulai melakukan ekspansi ke industri pertahanan, perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi Approved Military Repair Station (Amars) dari Kementerian Pertahanan serta dari Dinas Keselamatan dan Kerja (Dislambangja) milik TNI AU.

Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. tersebut membidik pertumbuhan sekitar 20 persen dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya dan optimis mencatatkan laba positif pada 2021. Namun tidak bisa dipungkiri saat ini pandemi juga akan masih mempengaruhi ekosistem aviasi.

"Di tengah kondisi tersebut kami menyambut baik rencana pemerintah untuk melakukan pemulihan sektor industri pariwisata tanah air dan tentunya kami akan sangat mendukung hal tersebut," ujarnya.

Untuk fokus utama GMFI pada tahun ini adalah mempertahankan kinerja positif dari segmen bisnis penerbangan komersial dengan menyempitkan sasaran pasar. Selain itu, perseroan juga akan terus melakukan penyerapan pasar untuk MRO industri pertahanan, Industrial Gas Turbine Engine (IGTE), serta private jet.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top