Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GMF AeroAsia Antisipasi Perawatan Pesawat Jelang Idulfitri

GMF AeroAsia menyiapkan jasa perawatan pesawat dan ketersediaan suku cadang kendati pemerintah melarang mudik Lebaran 2021.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:13 WIB
Pesawat Airbus A330-900neo milik Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (27/11/2019) malam. - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Pesawat Airbus A330-900neo milik Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (27/11/2019) malam. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) telah mengantisipasi permintaan perawatan pesawat dari maskapai jelang periode Idulfitri 2021 kendati pemerintah melarang masyarakat untuk mudik.

VP Corporate Secretary and Legal GMFI Fajar Rian mengatakan sampai saat ini memang masih menunggu kepastian terkait dengan kebijakan mudik pada tahun ini. Namun secara kesiapan, penyedia jasa perawatan pesawat udara tersebut telah dilakukan dari sisi personel baik di basis utamanya di Cengkareng maupun
yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain kesiapan personel, ketersediaan suku cadang pesawat udara juga harus dilakukan yang sifatnya fast moving agar tersedia di gudang yang berada di area apron bandara.

Menurutnya semua hal tersebut harus dipersiapkan dengan baik untuk mempercepat proses rantai pasok di tengah rencana yang sudah disiapkan. GMFI juga memastikan agar semua pesawat milik Garuda Indonesia Grup yang melayani operasional mudik lebaran laik terbang.

"Kami harus siap dengan segala keputusan pemerintah terkait dengan mudik lebaran tahun ini dengan terus mengedepankan pola perawatan pesawat udara sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku agar penumpang yang melakukan mudik tahun ini dapat terbang aman, nyaman dan sehat," ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Selama pandemi, GMFI juga mencatat perawatan pesawat udara untuk operator kargo dengan type pesawat Boeing 737 dan 747 freighter mengalami peningkatan permintaan. Bahkan saat ini GMFI juga tengah mengerjakan konversi pesawat berbadan lebar dari yang semula konfigurasi pesawat penumpang menjadi pesawat kargo milik Garuda Indonesia.

"Namun memang untuk kargo ini prospek bisnisnya memang lebih baik langsung ke airlines saja sebagai operator yang merasakan," imbuhnya.

Baru-baru ini GMFI juga telah menerima Certificate of Approval Approved Military Repair Station (AMARS) dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk perawatan alutsista milik industri pertahanan khususnya pesawat udara.

Direktur Utama GMF I Wayan Susena menjelaskan sertifikasi ini penting karena dalam melakukan perawatan alutsista milik industri pertahanan khususnya pesawat udara, semua Perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) wajib memiliki sertifikasi dari regulator terkait. Sebagai Perusahaan MRO untuk pesawat angkut dengan registrasi sipil, GMF pun telah mengantongi banyak sertifikasi dari badan regulator seperti FAA, EASA, DGCA, CASA, serta lebih dari 25 negara lain di seluruh dunia.

Wayan menyebutkan diversifikasi usaha di bidang industri pertahanan ini merupakan salah satu upaya pemulihan perseroan di masa pandemi. Dengan patuh terhadap regulasi yang ditetapkan oleh badan regulator, GMF yakin hal tersebut menjadi bekal berharga dalam memberikan keyakinan agar seluruh pesawat angkut militer yang dilakukan perawatan laik terbang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gmf aeroasia
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top