Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Filipina Bakal Cetak Angka Pengangguran Tertinggi di Asia Tahun Ini

Pemulihan negara ini akan tertinggal dari negara-negara lain di kawasan, menurut Bank Dunia. Filipina diperkirakan akan mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi di Asia tahun ini, menurut survei Bloomberg.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  13:55 WIB
Kawasan kumuh di Tondo, Manila, Filipina./Antara - Reuters
Kawasan kumuh di Tondo, Manila, Filipina./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Hampir seperempat karyawan Filipina menganggur sejak lockdown pertama kali diberlakukan Maret tahun lalu. Sayangnya, pekerja tersebut tetap menganggur atau tidak lagi mencari pekerjaan, bahkan ketika sebagian besar ekonomi di negara ini telah dibuka kembali.

Badan statistik setempat mencatat sekitar 75 persen dari 9,1 juta pekerja yang di-PHK telah menemukan pekerjaan, tetapi 1,2 juta masih menganggur. Satu juta lainnya tidak lagi bekerja pada bulan lalu, menurut data yang dirilis Selasa.

"Laporan pekerjaan Februari menunjukkan perbaikan berkelanjutan dalam ekonomi," kata manajer ekonomi negara itu dalam sebuah pernyataan. “Pembukaan kembali ekonomi secara bertahap memungkinkan lebih banyak orang untuk bergabung dengan angkatan kerja.”

Data menunjukkan dampak jangka panjang dari pembatasan pergerakan ketat yang pertama kali diberlakukan pada Maret 2020. Ibukota Filipina baru saja dikunci selama seminggu karena infeksi virus Corona di negara itu telah mencapai rekor baru.

Tingkat pengangguran naik menjadi 8,8 persen pada Februari dari 8,7 persen pada Januari karena lebih banyak orang mencari pekerjaan. Artinya, sebanyak 200.000 lebih orang Filipina menganggur di bulan Februari.

Pemulihan negara ini akan tertinggal dari negara-negara lain di kawasan, menurut Bank Dunia. Filipina diperkirakan akan mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi di Asia tahun ini, menurut survei Bloomberg.

Tingkat pengangguran yang mencari lebih banyak jam kerja naik menjadi 18,2 persen pada Februari dari 16 persen pada bulan sebelumnya, setara dengan 1,3 juta lebih karyawan yang menganggur, menurut ahli statistik nasional dari Filipina Claire Dennis Mapa.

"Sebagian besar responden mengatakan jam kerja mereka dipotong karena kondisi bisnis yang buruk," kata Mapa dalam pengarahan yang disiarkan langsung.

Mapa menambahkan dampak penguncian baru di Manila dan daerah sekitarnya tidak akan terlihat sampai data April, karena survei bulan ini sudah selesai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina pengangguran

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top