Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larangan Mudik, Organda : Kami Bingung dengan Kebijakan Tersebut

Tahun lalu pemerintah juga mengeluarkan larangan serupa. Namun, faktanya masyarakat yang ingin bepergian khususnya dalam hal ini mudik tetap saja melakukan perjalanan. 
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  13:58 WIB
Sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga di checkpoint penyekatan arus mudik Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Pada H-1 jelang Lebaran, Direktorat Lalu lintas Poda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas menjadi satu jalur untuk mempermudah penyekatan mobil pribadi dan angkutan umum yang membawa pemudik. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga di checkpoint penyekatan arus mudik Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Pada H-1 jelang Lebaran, Direktorat Lalu lintas Poda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas menjadi satu jalur untuk mempermudah penyekatan mobil pribadi dan angkutan umum yang membawa pemudik. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi melarang semua kalangan untuk mudik Lebaran mulai 6—17 Mei 2021. Adapun larangan mudik ini dilakukan untuk menekan semakin meluasnya kasus Covid-19 yang mungkin terjadi setelah mudik.

Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono mengaku bingung dengan kebijakan tersebut. Dia mempertanyakan landasan pemerintah mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2021.

"Terus terang saja saya enggak tahu apa sih landasannya melakukan itu [pelarangan mudik] ya," katanya kepada Bisnis, Minggu (28/3/2021).

Ateng mengaku sebagai penyelenggara angkutan umum secara resmi di segala moda, Organda selalu mendukung apa saja kebijakan yang dikeluarkan pemerintah khususnya terkait dengan penyelenggaraan angkutan jalan.

Dia juga memahami bahwa dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini pemerintah harus melakukan serangkaian langkah-langkah untuk mencegah penyebaran dan kerumunan yang lebih parah. Salah satunya dengan melarang mudik Lebaran.

"Namun, khusus untuk larangan mudik tahun ini barang kali kalau berkaca pada pengalaman larangan tahun lalu saya pikir efektivitasnya patut diragukan," tuturnya.

Dia bercerita tahun lalu pemerintah juga mengeluarkan larangan serupa. Namun, faktanya masyarakat yang ingin bepergian khususnya dalam hal ini mudik tetap saja melakukan perjalanan. 

"Faktanya mereka tetap bisa menggunakan sepeda motor, kendaraan pribadi, dan angkutan tidak berizin dan gelap yang dalam tanda kutip memang tidak melakukan protokol kesehatan. Itu faktanya," sebutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda Mudik Lebaran
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top