Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inflasi Terkendali, BI Prediksi Indeks Harga Konsumen Maret 0,08 Persen

Penyumbang utama inflasi Maret sampai minggu keempat secara bulanan adalah komoditas cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, tomat dan ikan mas masing-masing sebesar 0,01 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  19:46 WIB
Inflasi Terkendali, BI Prediksi Indeks Harga Konsumen Maret 0,08 Persen
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali. Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu IV Maret 2021, diperkirakan indeks harga konsumen (IHK) bulan ini sebesar 0,08 persen secara bulanan atau month to month.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,44 persen ytd [year to date/ tahun kalender] dan secara tahunan sebesar 1,36 persen,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono yang dikutip dari situs resmi BI, Jumat (26/3/2021).

Erwin menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi Maret sampai minggu keempat secara bulanan adalah komoditas cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, tomat dan ikan mas masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai merah dan emas perhiasan sebesar minus 0,03 persen secara bulanan.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Selain itu juga mengevaluasi langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Sementara itu, perkembangan nilai tukar pada hari kamis ditutup pada Rp14.420 perdolar Amerika Serikat (AS). Bagi hasil (yield) surat berharga negara 10 tahun turun ke level 6,69 persen.

“DXY [indeks dolar] menguat ke level 92,85 dan yield US trasury [surat utang AS] 10 tahun turun ke level 1,633 persen,” jelas Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi indeks harga konsumen
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top