Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Terminal BBM di Labuan Bajo Dimulai, Beroperasi 2023

Saat ini telah terdapat empat terminal BBM yang ada di Pulau Flores yaitu TBBM Reo, Ende, Maumere, dan Larantuka guna mendukung kebutuhan suplai di Pulau Flores termasuk wilayah Labuan Bajo.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  16:22 WIB
Ilustrasi: Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (tengah), Direktur Logistics Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo (kanan) dan Anggota Komisi VII DPR Ferry Kase melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan terminal LPG di Terminal BBM Tenau Kupang, NTT Senin, (1/4/2019). - ANTARA/Kornelis Kaha
Ilustrasi: Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (tengah), Direktur Logistics Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo (kanan) dan Anggota Komisi VII DPR Ferry Kase melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan terminal LPG di Terminal BBM Tenau Kupang, NTT Senin, (1/4/2019). - ANTARA/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini, Jumat (26/3/2021) melakukan pemancangan tiang perdana terminal bahan bakar minyak (TBBM) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Arifin mengatakan bahwa Kementerian ESDM terus berupaya untuk memenuhi permintaan energi Indonesia yang terus meningkat seiring kemajuan peradaban, teknologi, gaya hidup, dan pertumbuhan ekonomi sehingga tercapai energi yang berkeadilan.

"Pemerintah berkewajiban memenuhi permintaan energi tersebut dalam jumlah yang cukup, merata, terjangkau, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga tercapai energi yang berkeadilan," ujar Arifin yang hadir secara virtual seperti dikutip melalui laman resmi Kementerian ESDM.

Pembangunan TBBM merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan ketahanan energi, yang saat ini menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk meningkatkan keandalan suplai BBM di Labuan Bajo, PT Pertamina (Persero) membangun TBBM Labuan Bajo dengan kapasitas 1.500 kiloliter (kl) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2023.

"Dalam rangka meningkatkan keandalan suplai BBM di Labuan Bajo, Pertamina berencana membangun TBBM Labuan Bajo dengan kapasitas 1.500 kl yang saat ini akan dilakukan groundbreaking. Dengan adanya TBBM Labuan Bajo ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan stok BBM dari yang semula hanya sekitar 6 hari menjadi 17 hari dengan hasil produk high grade," jelas Arifin.

Selain untuk meningkatkan ketahanan stok BBM, Arifin berharap rantai distribusi penyaluran BBM dapat dipotong dengan adanya TBBM Labuan Bajo. Sebelumnya, BBM untuk daerah Labuan Bajo disuplai dari luar wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Arifin menjelaskan bahwa pembangunan TBBM Labuan Bajo merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur sektor ESDM untuk mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata superprioritas.

"Kita juga sedang mendorong pengembangan ketenagalistrikan di lima destinasi pariwisata super prioritas khususnya di Labuan Bajo melalui pembangunan PLTS dan interkoneksi jaringan listrik PLN, serta pengembangan Geopark," tandas Menteri ESDM.

Arifin berharap, pembangunan TBBM Labuan Bajo dapat selesai sesuai target untuk mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Kita semua berharap pelaksanaan pembangunan TBBM Labuan Bajo dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan dapat terselesaikan sesuai dengan target serta mulai beroperasi pada tahun 2023, sehingga peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Kabupaten Manggarai Barat serta Provinsi NTT dapat terwujud," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa dengan adanya TBBM Labuan Bajo akan mendukung ketahanan energi untuk masyarakat dan konektivitas udara di wilayah ini.

"Labuan Bajo dengan terminal yang nanti menjadi terminal internasional, harus dipastikan pasokan avturnya. Dengan jarak tidak sampai 10 km, ini juga menunjukkan bahwa ketahanan energi baik itu bahan bakar untuk masyarakat dan untuk konektivitas udara, harus bisa dapat kita laksanakan," ujar Budi.

Saat ini telah terdapat empat terminal BBM yang ada di Pulau Flores yaitu TBBM Reo, Ende, Maumere, dan Larantuka guna mendukung kebutuhan suplai di Pulau Flores termasuk wilayah Labuan Bajo.

Di samping itu, dalam mendistribusikan BBM di Pulau Flores, Pertamina telah memiliki infrastruktur yang memadai, dan akan terus dilengkapi, antara lain 39 lembaga penyalur SPBU, agen premium dan minyak solar (APMS), dan solar packed dealer nelayan (SPDN). Khusus di Labuan Bajo terdapat lima lembaga penyalur yang telah beroperasi terdiri atas 3 SPBU Reguler, 1 SPDN, dan 1 SPBU Mini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina labuan bajo Terminal BBM
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top