Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Ingin Terapkan Kebijakan Gas dan Rem, Sri Mulyani Ingatkan 2 Risiko Covid Ini

Meski pemerintah optimistis dengan pemulihan ekonomi yang terlihat dari momentumnya, semua masyarakat harus disiplin dengan protokol kesehatan. Dengan begitu, kebijakan gas dan rem tidak perlu dilakukan lagi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  12:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi global sudah mulai membaik di tengah Covid-19.

Ini terlihat dari berbagai lembaga internasional yang berlomba-lomba memproyeksi pertumbuhan ekonomi jadi positif pada 2021 setelah tahun lalu realisasinya minus 3,4 persen. Kendati demikian, dia mengingatkan adanya risiko yang perlu diwaspadai.

Minggu ini, Jerman sudah kelakukan pembatasan kegiatan atau lockdown yang dibarengi dengan Francis dan Italia. Negara-negara tersebut saat ini berjuang dalam akses vaksin karena tertinggal dari Inggris maupun Amerika Serikat.

“Sehingga mereka mempertimbangkan untuk membuat undang-undang untuk mengurangi atau melarang vaksin keluar Eropa. Maka, saat Australia akan melakukan importasi [vaksin], dilarang untuk dikirim. Untung Indonesia boleh karena termasuk emerging country [negara berkembang],” katanya saat diskusi secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa negara-negara maju tengah melakukan proteksi. Oleh karena itu, Indonesia harus mewaspadai ketersediaan jumlah vaksin dan gelombang ketiga di Eropa.

Meski pemerintah optimistis dengan pemulihan ekonomi yang terlihat dari momentumnya, semua masyarakat harus disiplin dengan protokol kesehatan. Dengan begitu, kebijakan gas dan rem tidak perlu dilakukan lagi.

“Karena kalau naik jumlah Covid-19, Memaksa kita untuk rem persis seperti yang di Eropa saat ini. Supaya hal tersebut tidak terjadi di kita, terutama di triwulan II/2021 yang akselerasi akan terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa memasuki kuartal I/2021 dan seterusnya, konsistensi perbaikan akan terus terjadi.

Melihat periode yang sama pada 2020 yang tumbuh 2,9 persen, tahun ini Kemenkeu perkirakan di kisaran minus 1 sampai minus 0,1 persen.

Melihat tren tersebut, pemulihan ekonomi secara tiga bulanan yang mengalami pertumbuhan bakal dirasakan masyarakat. Ini akan terus berlanjut pada kuartal selanjutnya.

“Kuartal II menjadi basis paling rendah di 2020. Sehingga tahun ini akan tumbuh sangat signifikan. hitung-hitungan kita terakhir, [triwulan II/2021] bisa di atas 7 persen secara year on year [tahunan],” katanya, Selasa (23/3/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top