Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Gelar Diklat 3in1 di 7 Kota, Upaya Tekan Pengangguran

Diklat diselenggarakan secara serentak oleh tujuh Balai Diklat Industri (BDI) bagi peserta yang akan ditempatkan bekerja di berbagai sektor industri.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  13:40 WIB
Peserta Diklat 3 in 1 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian dengan 7 BDI se-Indonesia, Rabu, (24/3/2021). - Istimewa
Peserta Diklat 3 in 1 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian dengan 7 BDI se-Indonesia, Rabu, (24/3/2021). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi sebagai upaya dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penyelenggaraan diklat 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak Pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri.

Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat.

“Selain itu, sahabat kita para penyandang disabilitas juga mendapatkan diklat sebagai calon tenaga kerja pada berbagai sektor industri di Indonesia. Hal ini menunjukkan negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat dan Kementerian Perindustrian selalu mendorong industri yang ramah bagi penyandang disabilitas,” katanya dalam pembukaan Diklat 3in1 secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Agus menambahkan upaya diklat ini juga diharapkan mampu menjawab ramalan salah satu lembaga internasional yang menyebut akan ada gap sebanyak 2,5 juta pekerja terampil pada 2024 nanti di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan menjelaskan, Diklat 3 in 1 yang dibuka hari ini diselenggarakan secara serentak oleh tujuh Balai Diklat Industri (BDI) bagi peserta yang akan ditempatkan bekerja di berbagai sektor industri.

Penyelenggaraan diklat 3 in 1 kali ini diikuti sebanyak 6.448 orang peserta, yang berasal dari 16 provinsi dan 70 kabupaten/kota.

"Diklat 3 in 1 pada kesempatan ini juga melibatkan 83 industri dan 32 dinas kabupaten/kota,” ujar Arus.

Adapun diklat-diklat 3 in 1 yang resmi dibuka hari ini meliputi:
1. Diklat operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit, operator produksi olahan makanan dan operator material handling di BDI Medan, diikuti 950 orang.
2. Diklat operator junior custom made wanita, pembuatan tenun  datar  dengan  alat  tenun, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis di BDI Padang untuk 530 peserta.
3. Diklat operator mesin industri garmen, operator tekstil, dan supervisor garmen di BDI Jakarta dengan peserta sebanyak 980 orang.
4. Diklat operator jahit upper alas kaki, assembling alas kaki, operator jahit karung jumbo plastik, operator looming plastik, upskilling jahit karung jumbo, upskilling looming plastik dan finishing furniture di BDI Yogyakarta dengan 1.705 peserta.
5. Diklat operator garmen, quality control garmen, telematika dan pengelasan di BDI Surabaya dengan peserta 1.075 orang.
6. Diklat animasi, desain grafis, desain produk kreatif, barista dan digital marketing di BDI Denpasar, peserta sebanyak 558 orang.
7. Diklat desain kemasan produk pangan, aneka olahan ikan, aneka olahan cokelat, barista dan pengolahan ikan tuna segar di BDI Makassar denga peserta sebanyak 650 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perindustrian menteri perindustrian vokasi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top