Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Sumatera Dorong Pariwisata Melejit, Bisnis UMKM Bangkit

Pembangunan Tol Trans Sumatera oleh PT Hutama Karya (Persero) telah mendorong roda ekonomi di Riau, khususnya UMKM.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Maret 2021  |  18:44 WIB
Tol Sumatera Dorong Pariwisata Melejit, Bisnis UMKM Bangkit
Gerbang Tol Dumai kilometer 131. Sejak tol Pekanbaru-Dumai dioperasikan, kunjungan pariwisata ke Dumai mengalami peningkatan signifikan - Sumber: PT Hutama Karya

Bisnis.com, PEKANBARU - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dilaksanakan PT Hutama Karya (Persero), telah memberikan berbagai dampak positif bagi perekonomian masyarakat Pulau Andalas. Begitu pula halnya dengan warga yang tinggal di Bumi Lancang Kuning. Manfaat jalan bebas hambatan ini juga ikut dirasakan usai dibukanya ruas tol Pekanbaru-Dumai (Permai), sejak September 2020 lalu.

Hanafi, Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, mengaku tidak menyangka jika paket pariwisata pantai yang ditawarkan Bumdes itu kian ramai peminat setelah dibukanya tol Permai.

"Kalau kami bandingkan saat ini dengan sebelum adanya tol, tamu yang memesan paket wisata ke kami itu naiknya berlipat-lipat, di atas 100 persen lah. Dulu sebelum dibukanya tol itu waktu weekend Sabtu-Minggu itu kami paling banyak membawa tamu 50 orang. Sekarang di atas 100-200 orang," ujarnya kepada Bisnis Minggu (21/3/2021).

Sebagai informasi, Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara ini, berada di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau dan sudah terpisah dari daratan Pulau Sumatra. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menyeberangi Selat Rupat dengan menaiki kapal penyeberangan Roll on roll off (Roro) dari Kota Dumai. 

Usai melintasi lautan sekitar 30 menit, wisatawan akan menjejakkan kaki di Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Lalu harus menempuh perjalanan darat sejauh 80 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, untuk sampai ke Desa Teluk Rhu, yang terletak di wilayah utara Rupat. Di lokasi inilah objek pariwisata pantai berpasir putih sepanjang sekitar 17 kilometer itu berada, yang kini menjadi andalan serta diminati para tamu. Tak hanya itu, dari tempat ini wisatawan juga dipermudah jika hendak menyeberang ke Pulau Beting Aceh, menggunakan kapal cepat yang dikelola Bumdes.

Hanafi bercerita, dulu biasanya tamu yang datang ke Rupat Utara itu hanya dari sekitar Rupat, Dumai, dan Bengkalis saja, dengan rerata waktu tempuh sekitar 2 sampai 3 jam. Sedangkan dari daerah lainnya belum banyak, karena memang jarak tempuhnya yang jauh untuk ke Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.

Tapi itu dulu. Setelah dioperasikannya tol Pekanbaru-Dumai oleh Hutama Karya, kini wisata pantai Rupat Utara kian banjir peminat. Hanafi menyebut wisata pantai di kampung halamannya itu dalam beberapa bulan terakhir kerap dijadikan lokasi liburan keluarga atau gathering kantor pemerintahan, perusahaan swasta, hingga komunitas.

Biasanya rombongan wisatawan akan memesan jadwal kedatangan kepada Bumdes, untuk bisa menikmati indahnya pantai Rupat Utara yang berbatas langsung dengan negara tetangga Malaysia tersebut.

Hanafi mengaku kini peminat wisata ke Rupat Utara sudah datang dari berbagai wilayah Riau, terutama di sekitar jalur tol Permai. Yaitu Pekanbaru, Kampar, Siak, dan Pelalawan. Dia menilai dengan adanya tol Permai, jarak tempuh masyarakat yang ada di sekitar wilayah itu untuk menuju Kota Dumai sebelum menyeberang ke Rupat, kini menjadi semakin singkat. Waktu tempuh hanya menjadi 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan saja, dibandingkan sebelumnya harus menghabiskan waktu 5 jam hingga 6 jam di jalan.

"Terakhir itu minggu lalu kami sudah menerima pesanan paket wisata rombongan dari pemda Kabupaten Siak untuk 65 orang, dan juga dari perusahaan migas sebelumnya melaksanakan gathering di sini," ujarnya.

Di samping itu, setelah dibukanya tol Permai ini wisatawan domestik Riau telah tercatat menambah angka kunjungan pelancong. Tak hanya meramaikan pariwisata ke Rupat, tapi juga berdampak baik bagi angka kunjungan wisata ke Kota Dumai, kota pelabuhan yang disebut memiliki 13 pantai yang dikelola masyarakat dan satu di antaranya oleh pemkot.

Data Dinas Pariwisata Riau menunjukkan kunjungan wisatawan pada libur panjang Tahun Baru Imlek selama 3 hari di akhir Februari lalu, ada sebanyak 6.800 pelancong yang berkunjung dan menghabiskan waktu guna berlibur ke Dumai. Sedangkan sepanjang 2020 lalu, angka kunjungan wisata kota yang dijuluki Dumai Bersemai ini sempat menyentuh 140.000 kunjungan. Angka itu jauh naik signifikan dibandingkan 2018 yang di posisi 33.572 orang, serta periode 2017 yang hanya sebanyak 32.825 orang.

Dinas Pariwisata Provinsi Riau menyatakan dengan adanya dukungan infrastruktur seperti jalan tol, peningkatan sektor pariwisata setempat terus meningkat. Dampaknya dapat dirasakan setelah dioperasikannya jalan tol Permai secara resmi sejak tahun lalu. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat menjelaskan, tol Permai telah memberikan kontribusi besar untuk objek wisata yang ada di kawasan pesisir Riau seperti Kota Dumai dan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. 

"Kami melihat dengan operasional tol Permai sudah terlihat dampaknya terhadap destinasi pariwisata khususnya di wilayah pesisir Riau, seperti Dumai dan Pulau Rupat, Bengkalis. Kami berharap objek wisata di kawasan itu bisa lebih menggeliat lagi kedepannya," ujarnya.

Selain itu dia menyebutkan sejak dibukanya tol Permai, aktivitas ekonomi setempat tidak hanya meningkat di bidang pariwisata. Aksesibilitas dari tol Permai ini  mampu mendongkrak usaha mikro kecil menengah seperti usaha kuliner, kerajinan tangan, kafe, serta restoran baru yang ikut menjamur.

Saat para wisatawan yang baru pertama kali tiba di Dumai, selain wisata pantai juga ternyata bisa menikmati objek lainnya semisal wisata mangrove, wisata kuliner lokal ikan senangin bakar, serta jajanan oleh-oleh kerupuk cabe.

Bahkan menurut data Dispar Riau, ada 3 hotel baru yang mulai dibuka dan beroperasi di Dumai sejak pembukaan jalan tol. Artinya bisnis di daerah itu menjadi bangkit dan pulih setelah pandemi, berkat dorongan kemudahan akses masyarakat melalui jalan tol.

BANGKITKAN UMKM

Di samping sektor pariwisata, bisnis UMKM juga ikut merasakan dampak positif berkat hadirnya jalan tol Trans Sumatra, terutama di Riau dengan tol Permai. Pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan juga sempat membuat pertumbuhan ekonomi anjlok sejak Maret 2020 lalu. 

Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Pekanbaru menyatakan selama awal pandemi lalu, bisnis anggotanya yang sebagian besar produsen oleh-oleh dan makanan olahan harus pasrah terjun bebas sebesar 90 persen dibandingkan kondisi nomal.

Yuli Meliani, Ketua PPJI Pekanbaru menjelaskan saat itu pesanan oleh-oleh yang biasa didapatkan pengusaha PPJI, sebagian besar terhenti dan penjualan langsung berkurang drastis. Namun situasi sulit itu mulai berubah perlahan. Bahkan mampu membangkitkan usaha anggota PPJI kala jalan tol Permai resmi dibuka dan menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kota Dumai di pesisir timur.

Dengan jalan tol, penjualan oleh-oleh anggota PPJI terus membaik. Salah satunya didorong kemudahan pengiriman produk dari Pekanbaru ke Dumai, atau sebaliknya, sehingga omset terus bertambah dan distribusi barang semakin cepat tanpa harus menginap seperti sebelum dibukanya jalan tol.

Kemudian disokong ramainya jumlah masyarakat yang berwisata antar dua daerah, dan tentunya berbelanja makanan olahan serta buah tangan yang menjadi khas daerah untuk dibawa pulang ke rumah. 

"Sekarang kami mulai kewalahan memenuhi pesanan ini, mulai dari reseller, swalayan, sampai toko oleh-oleh yang semakin banyak dibuka. Kalau kami menilai, produksi sekarang sudah balik seperti sebelum pandemi. Bahkan lebih tinggi 50 persen lah dan memang bisnis UMKM ini sudah bangkit kembali," ujarnya.

Indikator kebangkitan bisnis yang dirasakan PPJI tersebut menurut Yuli dapat dilihat dari berbagai faktor. Misalnya anggota PPJI yang rerata memiliki tenaga kerja 4 sampai 5 orang, bahkan ada yang belasan orang, kini mulai mencari tambahan pekerja untuk menambah kapasitas produksi.

Kemudian dari sisi penjualan juga ditopang dengan bertambahnya jumlah toko oleh-oleh baru yang bermunculan di dua kota, Dumai dan Pekanbaru. Jalur distribusi ini salah satu saluran utama penjualan anggota PPJI, dan jumlahnya bisa bertambah setiap bulan sejak akhir 2020 lalu.

Tidak hanya itu, Yuli mengaku dari sekitar 100 anggota PPJI, ada belasan anggota yang kini berjualan di beberapa titik rest area jalan tol Permai. Di lokasi tempat istirahat itu, penjualan oleh-oleh disebut cukup bagus dengan ramainya pengguna tol setiap hari.

"Kami berharap lokasi rest areanya bisa semakin luas, sehingga makin banyak pelaku UMKM yang dapat ditampung dan menjalankan usaha di sana karena potensi bagus kedepannya," ujarnya.

KOMITMEN HK

Branch Manager Tol Permai Hutama Karya, Indrayana menyebut memang rest area yang ada saat ini kapasitasnya sudah penuh dengan menggandeng UMKM lokal Riau. Namun perseroan sudah menyiapkan pengembangan rest area permanen yang masih dalam tahap pembangunan.

"Nanti kalau rest area permanen sudah dibuka, itu jumlah UMKM yang berjualan bisa bertambah. Perkiraan kami akhir tahun ini bisa selesai pembangunannya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Hutama Karya menyatakan telah menyiapkan 4 titik rest area di sepanjang Tol Pekanbaru-Dumai yang diprioritaskan untuk UMKM daerah sekitar, guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan usahanya, dan mengembangkan produk-produk unggulan setempat.

Hutama Karya juga telah berupaya memberikan pelayanan maksimal, agar fasilitas tempat istirahat yang disiapkan tersebut nyaman dan aman bagi pengunjung, sehingga menarik pengguna tol untuk semakin ramai singgah di rest area.

Beberapa rest area yang dimiliki Hutama Karya saat ini memiliki ornamen yang menunjukan simbol dari tiap daerahnya, dengan harapan dapat ikut menampilkan kebudayaan daerah sekitar, dimana kedepannya rest area yang dikelola oleh Hutama Karya diharapkan tidak hanya menjadi tempat peristirahatan, tetapi juga bisa menjadi simbol wisata daerah.

Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menjelaskan perseroan selaku pengelola JTTS, aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dan kabupaten yang dilalui oleh jalan tol yang dikelola. 

Pihaknya menyebut telah bersinergi dengan pemda setempat guna memfasilitasi rest area yang diisi oleh UMKM binaan pemda. Hal ini bertujuan untuk dapat memajukan UMKM binaan terutama di sepanjang wilayah Jalan Tol Trans Sumatera. 

"Untuk pengembangan pariwisata lokal misalnya, Hutama Karya baru saja berpartisipasi pada kegiatan Pekanbaru Fair yang diadakan oleh Forum Masyarakat Sadar Wisata wilayah Pekanbaru, yang bertujuan untuk memajukan pariwisata di Provinsi Riau dan membantu pelaku UMKM daerah sekitar," ujarnya.

Selain di ruas tol Permai, perseroan juga mendukung UMKM di wilayah Lampung dengan membuka sentra oleh-oleh di Rest Area KM 215 Ruas Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) dengan bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Kedepannya, manfaat yang dirasakan pelaku pariwisata dan UMKM di Pulau Andalas bakal semakin meluas, seiring dengan rampungnya konstruksi dan dibukanya sejumlah ruas baru JTTS pada tahun ini. 

Diantaranya, yakni Tol Bengkulu-Taba Penanjung (18 km), Tol Sigli-Banda Aceh seksi 2 Seulimun-Jantho (6 km), seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro (8 km) dan seksi 6 Kuto Baro-Baitussalam (5 km) serta Tol Pekanbaru-Bangkinang (31 km).

"Adapun untuk rencana pengoperasian secara fungsional maupun peresmian jalan tol JTTS yang baru tersebut, perusahaan mengikuti sepenuhnya arahan yang diberikan oleh regulator dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ujar Tjahjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm hutama karya tol trans sumatera
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top