Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DP 0 Persen Hampir Sebulan, Pengembang Masih Tunggu Dampaknya

Pengembang masih menantikan efektivitas insentif pemerintah mengenai kebijakan uang muka 0 persen untuk pembelian properti, setelah diterapkan hampir sebulan lalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  11:44 WIB
Kendaraan bermotor melintas di depan gedung apartemen di Jakarta./Bisnis - Dedi Gunawan
Kendaraan bermotor melintas di depan gedung apartemen di Jakarta./Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk membangkitkan sektor properti dan turunannya. Dua kebijakan terpenting di sejumlah regulasi sebagai insentif bisnis properti itu ialah penetapan uang muka (DP) 0 persen dan pemangkasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Berbicara mengenai kebijakan itu, terutama DP 0 persen, Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk. Theresia Rustandi mengatakan sejumlah stimulus tersebut—yang DP 0 persen telah berjalan hampir sebulan—masih dalam progres sehingga belum bisa diambil kesimpulan sekarang.

"Masih progresnya. Kita belum dapat mengambil kesimpulan [apakah berjalan efektif atau tidak] sekarang," ujarnya

Dia menuturkan industri properti memang memerlukan insentif daei pemerintah agar dapat memulihkan sektor properti dan menggerakkan 175 industri ikutan.

Theresia optimistis insentif ini dapat mendorong permintaan konsumen akan hunian baru siap huni serta menstimulasi konsumen untuk segera memutuskan pembelian hunian.

"Insentif-insentif ini sifatnya work in progress sehingga akan selalu kita evaluasi bersama efektivitasnya. Semua sedang bergerak berkolaborasi agar program ini bisa sukses," tuturnya.

Pihaknya berharap dan berusaha agar insentif dari pemerintah ini bisa segera diimplementasikan dan memberikan hasil nyata dalam 6 bulan ke depan ini, baik untuk mendorong penjualan hunian siap huni dari pengembang maupun untuk mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah atau apartemen impiannya.

Adapun perseroan menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales masih di angka sekitar Rp2 triliun pada tahun ini. Target ini pun dibarengi dengan adaptasi kinerja di tengah pandemi, baik dari sisi strategi pemasaran, inovasi produk, maupun neraca keuangan.

"Kami optimis stimulus ini mampu meningkatkan permintaan konsumen, sehingga stok hunian siap huni dari kami cepat terserap dan bisa memacu produksi hunian baru," ucapnya.

Adapun stok produk yang ready stock ini terbatas untuk bisa mendapatkan insentif PPN. Oleh sebab itu dia berharap agar konsumen tak melewatkan kesempatan baik ini untuk melakukan pembelian properti. "Harga hemat, hunian langsung siap, pembeli pasti untung khan," kata Theresia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti stimulus ekonomi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top