Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Ingin Sulap Sanur Jadi KEK Kesehatan untuk Lansia

Pengembangan wisata medis di dalam negeri diharapkan bisa mengurangi kunjungan masyarakat Indonesia keluar negeri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:50 WIB
Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali berencana mewajibkan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 pada tatanan normal baru bagi usaha pariwisata dan objek wisata di Pulau Dewata yang akan mulai diverifikasi 3 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo\n
Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali berencana mewajibkan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 pada tatanan normal baru bagi usaha pariwisata dan objek wisata di Pulau Dewata yang akan mulai diverifikasi 3 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku ingin mengembangkan wilayah Sanur, Bali, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan khususnya untuk kalangan lanjut usia.

Menurut Erick, pemerintah melihat potensi yang melimpah di Sanur sebagai tujuan wisata kesehatan. "Posisinya berbeda dibandingkan bagian lain di Bali. Kami ingin menarik wisatawan, khususnya para lansia," katanya dalam MNC Group Investor Forum 2021, dikutip dari Antara, Rabu (3/3/2021).

Ia pun menyebut pengesahan UU Cipta Kerja dan telah tersedianya lahan sekitar 41 hektare menjadi poin tambahan untuk segera mengelola kawasan tersebut sebagai destinasi wisata kesehatan.

"Kami menanti potensi sinergi antara pemerintah, BUMN, juga investor lokal dan global," katanya.

Berdasarkan bahan paparan yang disampaikan Erick, dari total 41 hektare lahan yang akan dikembangkan, seluas 21,2 hektare akan dialokasikan sebagai hub wisata kesehatan (health tourism hub) dengan sejumlah fasilitas, diantaranya rumah sakit internasional, ecopark, area komersial dan pasar seni serta hotel dan sekolah perhotelan.

Pemerintah saat ini gencar mendorong potensi wisata kesehatan atau wisata medis. Pengembangan wisata medis dinilai bisa menjaring wisatawan sekaligus mendorong perbaikan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Lebih penting lagi, pengembangan wisata medis di dalam negeri diharapkan bisa mengurangi kunjungan masyarakat Indonesia keluar negeri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan ekonomi khusus sanur

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top