Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Cabut Bea Masuk Tambahan Produk asal AS, Mulai Akur?

Sebanyak 65 item produk asal Amerika Serikat dikeluarkan dari daftar pengenaan bea masuk tambahan impor oleh Pemerintah China.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2021  |  09:42 WIB
Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada 2011./Antara - HO/China Daily
Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada 2011./Antara - HO/China Daily

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China memutuskan untuk mencabut kebijakan pengenaan bea masuk tambahan terhadap 65 produk asal Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/2/2021) kebijakan itu mulai berlaku pada hari ini hingga 200 haari ke depan.

Komisi Tarif Bea Cukai China (CTC) dalam laman resminya mencantumkan 65 item produk yang dikeluarkan dari kebijakan pengenaan bea masuk tambahan. Adapun produk-produk itu di antaranya kayu, buku, alat penyaring, komponen mesin, mesin, dan peralatan medis.

Komisi di bawah Dewan Kabinet China sebelumnya juga mengeluarkan beberapa daftar item barang produksi AS dalam dua tahap yang tidak lagi dikenai tarif.

Pada Februari tahun lalu, pengenaan tarif atas barang-barang impor dari AS sebagai bentuk balasan China atas kebijakan serupa.

Pengenaan tarif tambahan terhadap beberapa produk AS tertentu diturunkan dari 10 persen menjadi 5 persen. Lalu untuk produk-produk AS yang tadinya dikenai tarif 5 persen diturunkan lagi menjadi 2,5 persen.

Menlu China Wang Yi menyatakan negerinya ingin berbaikan dengan Amerika Serikat. Namun, China juga tak mau diganggu dengan campur tangan AS atas kasus internel Negeri Tirai Bambu tersebut. Wang Yi menyebut empat isu yang setidaknya mengganjar hubungan China dan AS.

"Kami mendesak AS berhenti mendiskreditkan CPC (Partai Komunis China) dan sistem politik China, tidak lagi berkomplot atau mendukung tindakan kelompok separatis untuk kemerdekaan Taiwan, dan menghentikan upaya merongrong kedaulatan China dan keamanan urusan internal terkait Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet," kata Wang Yi saat membuka Forum Lanting di Beijing, Senin (22/2/2021).

Menurut Wang Yi hanya dengan saling menghormati, hubungan China dan AS akan mengalami peningkatan dalam jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi menyatakan bahwa China sangat menghormati pilihan rakyat AS dan tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri mereka.

"Kami tidak pernah berniat menantang atau menggantikan posisi AS. Justru kami siap hidup berdampingan secara damai. Oleh sebab itu kami berharap AS bisa menghormati kepentingan, martabat bangsa, dan hak berkembang bagi rakyat China," ujar Wang Yi yang juga duduk di Dewan Penasihat Pemerintahan China itu.

Dalam forum bertema "Membawa Hubungan China-AS Kembali ke Jalan yang Benar" itu Wang Yi menggarisbawahi pernyataan Presiden Xi Jinping saat bercakap melalui sambungan telepon dengan Presiden Joe Biden belum lama ini.

"Presiden Xi menekankan pentingnya prinsip China yang ingin bekerja dengan AS dengan semangat tanpa konflik, tanpa konfrontasi, saling menghormati dan kerja sama saling menguntungkan disertai solusi dalam mengatasi perbedaan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat bea masuk perang dagang AS vs China

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top