Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Catat Defisit APBN per Akhir Januari 4,5 Persen dari APBN

Di awal tahun 2021, defisit APBN [anggaran pendapatan dan belanja negara] hingga akhir Januari telah mencapai Rp45,70 triliun atau sekitar 4,5 persen dari Pagu APBN dam 0,26 persen PDB [produk domestik bruto].
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  18:49 WIB
Gedung Kementerian Keuangan - kemenkeu.go.id
Gedung Kementerian Keuangan - kemenkeu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menjaga kesinambungan fiskal di tengah usaha menghadapi dampak negatif dari pandemi Covid-19 yang masih menghantui negara dan dunia pada umumnya.

“Di awal tahun 2021, defisit APBN [anggaran pendapatan dan belanja negara] hingga akhir Januari telah mencapai Rp45,70 triliun atau sekitar 4,5 persen dari Pagu APBN dam 0,26 persen PDB [produk domestik bruto],” tulis laporan APBN Kita edisi Februari yang dikutip Bisnis, Jumat (26/2/2021).

Berdasarkan laporan tersebut, realisasi defisit disebabkan oleh belanja negara di awal tahun yang telah mencapai Rp145,77 triliun. Sedangkan pendapatan negara dan hibah baru mencapai Rp100,07 triliun deseimbangan Primer berada di posisi negatif Rp21,05 triliun.

Realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir Januari telah mencapai Rp165,86 triliun. Ini didominasi oleh pembiayaan utang sebesar Rp165,82 triliun (99,98 persen dari total pembiayaan).

Realisasi pembiayaan utang terdiri atas surat berharga negara (neto) sebesar Rp169,70 triliun. Di sisi lain pemerintah telah berhasil merealisasikan pembayaran pokok pinjaman luar negeri sebesar Rp3,88 triliun.

Di samping pembiayaan utang, pemerintah juga sudah merealisasikan pembiayaan lainnya sebesar Rp30,4 miliar. Namun, untuk jenis pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, dan kewajiban penjaminan belum ada realisasi hingga akhir Januari 2021.

“Posisi SILPA [sisa lebih pembiayaan anggaran] sampai dengan akhir Januari 2021 adalah sebesar Rp120,15 triliun,” terang pada laporan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn kemenkeu surat berharga
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top