Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wajar! Ini Alasan Produk Impor Lebih Laris di e-Commerce

Ekonom Indef menyebutkan alasan utama yang menyebabkan produk impor lebih laris di pasaran e-commerce dibandingkan dengan produk dalam negeri.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  22:42 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA - Masuknya barang impor melalui transaksi di platform dagang-el dinilai dipengaruhi oleh karakteristik konsumen Indonesia yang masih menjadikan harga sebagai pertimbangan utama dalam berbelanja. Pertimbangan harga ini pun turut memengaruhi strategi bisnis yang dipilih perusahaan e-commerce.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menjelaskan bahwa dari segi harga produk impor dari beberapa negara memang lebih murah dibandingkan produk serupa yang diproduksi di dalam negeri. Hal ini tak lepas dari kondisi produksi yang belum efisien.

“Konsumen di ekonomi digital Indonesia memiliki karakteristik price oriented consumer, artinya mereka rasional. Selama produk di luar negeri lebih murah mereka akan lebih memilih produk impor,” kata Nailul saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (24/2/2021).

Pasar e-commerce yang terbuka pun membuat konsumen kian mudah membandingkan harga untuk produk sejenis secara lintas platform. Pada akhirnya, tawaran-tawaran harga dan biaya pengiriman menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dan keunggulan ini tidak selamanya dimiliki oleh produk UMKM. Dalam banyak kasus, Nailul mengatakan produk lokal tertinggal dari sisi daya saing harga.

“Karena itu selain mengintervensi harga dengan kebijakan pajak barang impor, pemerintah perlu memperhatikan bagaimana peningkatan kapasitas produk lokal,” katanya.

Karakteristik konsumen yang lebih berorientasi pada harga ini pun juga dimanfaatkan platform e-commerce untuk menjaring lebih banyak kunjungan konsumen. Dengan demikian, valuasi perusahaan bisa meningkat.

“Pendanaan untuk platform e-commerce ini melihat valuasi yang tak hanya melihat dari GMV [gross merchandise value] dan pangsa pasar saja. Namun juga dari jumlah konsumen atau pengunjung platform tersebut. Untuk menambah jumlahnya, tentu salah satu caranya dengan penawaran harga produk yang sesuai preferensi konsumen,” kata Nailul.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menjelaskan bahwa anggota asosiasi terus berupaya mendukung penjualan produk domestik. Dia menyebutkan bahwa sebagian besar anggota telah menyediakan laman khusus untuk UMKM demi mendorong penjualan produk lokal.

“Anggota idEA sudah punya laman khusus untuk produk Bangga Buatan Indonesia dan kami terus dorong semua anggota untuk menyiapkan laman ini,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top