Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN : Pembangkit Listrik Sistem Jamali Tambah 3.000 MW Tahun ini

PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa pada tahun ini setidaknya ada penambahan kapasitas pembangkit listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (JMB) hingga 3.000 megawatt (MW).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  19:31 WIB
Petugas PLN meninjau lokasi terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta, Sabtu (20/2/2021). PLN terus siaga untuk penanganan dan pengamanan kelistrikan.  - Antara
Petugas PLN meninjau lokasi terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta, Sabtu (20/2/2021). PLN terus siaga untuk penanganan dan pengamanan kelistrikan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa pada tahun ini setidaknya ada penambahan kapasitas pembangkit listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali alias Jamali hingga 3.000 megawatt (MW).

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN Haryanto WS mengatakan saat ini kapasitas terpasang pembangkit yang telah beroperasi di sistem Jawa-Madura-Bali mencapai 40.115 MW. Kemampuan pasokan listrik tersebut akan terus bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah pembangkit dalam beberapa tahun mendatang.

"Tahun ini akan bertambah PLTU Jawa 7 Unit 2, PLTU Tanjung Jati Unit 5, dan beberapa pembangkit yang dibangun PLN tidak kurang dari 1.000 MW sehingga mungkin bisa 2.500 MW-3.000 MW tambah kapasitas tahun ini," ujar Haryanto dalam webinar, Selasa (23/2/2021).

Pada tahun depan, terdapat sejumlah pembangkit dari produsen listrik swasta (IPP) yang juga dijadwalkan beroperasi, seperti dua unit dari PLTU Batang, satu unit dari PLTU Tanjung Jati PLTU Cirebon, dan PLTGU Jawa 1. Diperkirakan penambahan kapasitas pembangkit tahun depan mencapai 4.000 MW-5.000 MW.

Dengan penambahan kapasitas tersebut, kemampuan pasokan listrik PLN di Jawa-Madura-Bali sangat mencukupi di masa mendatang. "Diharapkan ini jadi modal bagaimana kami bisa melayani kebutuhan listrik di Jamali. Pasokan memang cenderung oversupply. Ini PR kami tingkatkan demand di Jamali," katanya.

PLN juga mengoperasikan sistem kelistrikan Sumatra, Kalimantan, Khatulistiwa, Sulawesi Bagian Selatan, Sulawesi Utara dan Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara, Papuan dan Papua Barat, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Berikut ini daftar sistem kelistrikan dengan daya mampu masing-masing per Desember 2020 :

  • Sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali memiliki kapasitas terpasang daya mampu 40.115 MW.
  • Sistem kelistrikan Sumatera memiliki daya mampu mencapai 7.134 MW dengan beban puncak 5.652 MW.
  • Sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memiliki daya mampu mencapai 2.084 MW dengan beban puncak 1.149 MW.
  • Sistem kelistrikan Khatulistiwa atau Kalimantan Barat memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban 315 MW.
  • Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu 1.945 MW dengan beban puncak 1.254 MW.
  • Sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak 394 MW.
  • Sistem kelistrikan Maluku dan Maluku Utara memiliki daya mampu 364 MW dengan beban puncak 199 MW.
  • Sistem kelistrikan Papua dan Papua Barat memiliki daya mampu 479 MW dengan beban puncak 235 MW.
  • Sistem kelistrikan NTB memiliki daya mampu mencapai 560 MW dengan beban puncak sebesar 344 MW.
  • SIstem kelistrikan NTT memiliki daya mampu mencapai 325 MW dengan beban puncak sebesar 213 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik kelistrikan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top