Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif PPh Pasal 26 Bunga Obligasi Bisa Turun jadi 10 Persen, Berlaku Agustus Mendatang

Akan tetapi pengurangan bunga tidak untuk semua jenis. Hanya penghasilan bunga obligasi yang diterima atau diperoleh WPLN selain bentuk usaha tetap yang bisa mendapatkannya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  15:39 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Peraturan Pemerintah (PP) 9/2021 tentang Perlakuan Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha sebagai aturan turunan Undang-Undang (UU) 11/2020 tentang Cipta Kerja resmi ditetapkan Presiden Joko Widodo 2 Februari lalu. Salah satunya isinya terkait UU Pajak Penghasilan atau PPh Pasal 26.

PP 9/2021 pada pasal 3 ayat 1 tertulis atas bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang yang diterima oleh wajib pajak luar negeri (WPLN) selain bentuk usaha tetap dikenakan PPh sebesar 20 persen. Ayat selanjutnya tertulis tarif pemotongan dapat diturunkan sebagaimana yang diatur dalam pasal 26 UU PPh.

“Tarif pemotongan pajak sebagaimaa yang dimaksud pada ayat 2 diturunkan menjadi sebesar 10 persen atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda,” tulis ayat 3.

Akan tetapi pengurangan bunga tidak untuk semua jenis. Hanya penghasilan bunga obligasi yang diterima atau diperoleh WPLN selain bentuk usaha tetap yang bisa mendapatkannya.

Bunga obligasi tersebut termasuk bunga dari obligasi dengan kupon sebesar jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi. Lalu diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi yang tidak termasuk bunga berjalan.

Terakhir, diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi.

Ketentuan mengenai bunga obligasi atas obligasi yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah berlaku mutatis mutandis terhadap ketentuan dalam PP 9/2021.

“Tarif PPh Pasal 26 UU PPh sebagaimana yang dimaksud pada ayat 3 mulai berlaku setelah 6 bulan terhitung sejak berlakunya PP ini,” papar ayat 8.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pengurangan PPh bunga obligasi baru akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pph bunga obligasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top