Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Ini Penyebab Harga Cabai Rawit Tembus Rp100.000 per Kg

Kemendag menduga penyebab kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp100.000 per kg di sejumlah daerah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  20:26 WIB
Petani memanen cabai rawit di Desa Porame, Kecamatan Marawola, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (16/3). - Antara/Basri Marzuki
Petani memanen cabai rawit di Desa Porame, Kecamatan Marawola, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (16/3). - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga lonjakan harga cabai rawit dalam beberapa pekan terakhir terjadi akibat gangguan terganggunya produksi di kawasan sentra. Harga rata-rata komoditas tersebut terpantau menyentuh Rp100.000 per kilogram (kg) di sejumlah daerah.

“Saya baru saja berbicara dengan produsen di Banyuwangi, ternyata produksi cabai rawit banyak yang tidak sesuai harapan akibat penyakit busuk akar,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Banyuwangi sendiri merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total produksi di Provinsi Jawa Timur. Adapun Jawa Timur menyumbang 60 persen terhadap pasokan cabai rawit nasional yang produksi rata-rata per bulan mencapai 97.000 ton.

Syailendra menjelaskan harga cabai rawit di tingkat petani telah menyentuh Rp83.000 sampai Rp86.000 per kg. Di samping itu, tingkat susut selama proses distribusi selama musim penghujan bisa mencapai 4 kg per satu koli dari 2 kg per koli pada masa normal.

“Petani menyebutkan fenomena ini terjadi empat tahun sekali karena saat panen Januari lalu pun sebenarnya melimpah dan harga sampai jatuh,” lanjutnya.

Dia memperkirakan pasokan baru bisa kembali normal saat musim panen selanjutnya tiba, yakni sekitar April dan Mei. Dengan demikian, potensi harga cabai yang tinggi diprediksi masih terjadi bersamaan dengan momen Ramadan.

“Hal ini menjadi salah satu perhatian kami. Bagaimana ke depannya saat overproduksi bisa disimpan dan harga tidak jatuh, begitu pun saat ada gangguan produksi harga tidak naik signifikan,” paparnya.

Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata nasional untuk cabai rawit per Senin (22/2/2021) mencapai Rp 84.550 per kg atau naik 9,73 persen dibandingkan dengan harga pada Selasa (16/2/2021) yang berada di level Rp77.050 per kg. Harga tertinggi terpantau berada di DKI Jakarta yakni Rp 118.350 per kg. Sementara harga terendah di Sumatera Utara yakni Rp40.000 per kg.

Di sisi lain, harga jenis cabai lain yang juga banyak dikonsumsi seperti cabai merah keriting berada di level Rp48.050 per kg. Sementara cabai merah besar dihargai Rp47.300 per kg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag harga cabai
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top