Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DPD Berharap Proyek Food Estate Dilakukan Ekstensif

Sultan mendorong proyek Food Estate dilaksanakan secara ekstensif di semua wilayah di Indonesia sehingga diharapkan bisa menjadi ikon ketahanan pangan nasional.
Ilustrasi - Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020./Instagram-Prabowo
Ilustrasi - Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020./Instagram-Prabowo

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan B Najamudin mendorong pemerintah serius mengembangkan proyek Food Estate.

Ia mendorong proyek Food Estate dilaksanakan secara ekstensif di semua wilayah di Indonesia sehingga diharapkan bisa menjadi ikon ketahanan pangan nasional.

"Proyek Food Estate yang diekstensifikasikan ke semua wilayah sesuai dengan keunggulan dan karakter agrospasial masing-masing daerah akan memberikan dampak produktivitas dan serapan tenaga kerja yang signifikan di sektor pertanian kita," kata Sultan dalam keterangannya, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, DPD secara kelembagaan selalu mendukung setiap pilihan-pilihan kebijakan strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Sultan menyebutkan dukungan diberikan kepada pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas komoditi pertanian terutama yang bersifat agroindustri terpadu dari hulu sampai hilir.

"Konsep Food Estate sejauh ini menurut kami, sudah dikelola intensif, baik yang berada di Kalimantan Tengah dan beberapa daerah di Jawa. Hanya saja mungkin perlu sedikit dievaluasi dan disesuaikan dengan agenda pertanian yang berkelanjutan," ujar senator muda asal Bengkulu itu.

Selain itu, Sultan menjelaskan pentingnya keberadaan industri pengolahan hasil pertanian di sentra-sentra pertanian, perkebunan dan peternakan.

Selain akan berdampak pada penyerapan lapangan pekerjaan, dengan teknik pengolahan yang presisi akan mengurangi limbah pertanian Indonesia yang dinilai masih sangat tinggi saat ini dan tidak ramah lingkungan.

"Selain sustainable, konsep Diversifikasi pangan bisa menjadi kunci bagi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan kita pada jenis pangan tertentu dan secara signifikan akan menekan angka importasi pangan," ujarnya.

Lebih lanjut, pimpinan DPD RI ini menerangkan bahwa pandemi Covid-19 ini harus dijadikan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan upaya kemandirian dan kedaulatan pangan.

Pasalnya, ujar dia, setiap negara akan membatasi dan cenderung untuk tidak mengekspor bahan pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya.

"Meskipun indeks pertanian berkelanjutan Indonesia hari ini kalah dari beberapa negara Afrika, kami berkeyakinan bahwa masa depan pertanian Indonesia akan jauh lebih baik, jika keberadaan puluhan waduk dan jaringan irigasi yang dibangun Pak Jokowi dimanfaatkan secara optimal dan presisi," tegas Sultan.

Seperti diketahui, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengungkapkan bahwa Food Sustainability Index menempatkan Indonesia sebagai negara urutan ke-60. Semakin besar angkanya, peringkat semakin buruk.

Peringkat Indonesia kalah jauh dengan Zimbabwe peringkat 31 dan Ethiopia peringkat 27.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper