Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Creative Financing, Sri Mulyani Berharap KPBU Dipakai untuk Proyek Prioritas

Salah satu dukungan penyediaan skema pembiayaan adalah konstruksi SPAM Jatiluhur I dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  18:22 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di dalam negeri. Adapun, dukungan tersebut dilakukan dengan penyediaan berbagai skema pembiayaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan salah satu dukungan penyediaan skema pembiayaan adalah konstruksi SPAM Jatiluhur I dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). 

PT Pembiayaan Infrastruktur Indonesia (PII) menjadi penjamin proyek tersebut sebagai special mission vehicle (SMV) dengan nilai jaminan senilai Rp500 miliar.

"Dana dari swasta dan pemerintah punya komitmen jangka menengah-panjang. Ini creative financing, namun tetap akuntabel. Kami berharap skema KPBU jadi [skema pembiayaan untuk infrastruktur dengan] prioritas mendesak, seperti air bersih," katanya saat acara penandatanganan perjanjian KPBU SPAM Regional Jatiluhur I, Jumat (19/2/2021).

Sri Mulyani berpendapat penggunaan skema KPBU untuk proyek tersebut dinilai tepat dalam kondisi pemulihan dari pandemi Covid-19. 

Pasalnya, Sri berujar pengelolaan anggaran negara saat ini terkendala lantaran pandemi Covid-19 menyerap porsi yang besar.

Seperti diketahui, proyek KPBU tersebut memendam investasi hingga Rp1,76 triliun dengan masa konsesi selama 30 tahun atau hingga 2050. Secara rinci, masa konsesi tersebut dibagi menjadi masa konstruksi selama 2,5 tahun dan masa operasi sekitar 27,5 tahun.

Konstruksi SPAM Jatiluhur I akan dimulai pada kuartal III/2021 sampai Februari 2024. Saat ini, PT Wika Tirta Jaya Utama wajib untuk memenuhi persyaratan pendahuluan dan kebutuhan dana hingga Agustus 2021.

Secara total konstruksi SPAM Jatiluhur I akan menyediakan air minum untuk sekitar 1,9 juta jiwa yang tersebar di sekitar 386.000 rumah. Selain itu, akan ada tambahan sekitar 475.000 unit untuk menghantarkan air minum dari Waduk Jatiluhur ke setiap rumah.

SPAM Jatiluhur I merupakan SPAM kelima yang menggunakan skema KPBU sebagai strategi pembiayaan. Adapun, beberapa SPAM lain yang menggunakan skema KPBU adalah SPAM Durolis, SPAM Semarang Barat, dan SPAM Lampung.

Selain skema KPBU Kemenkeu juga telah menyiapkan skema loan, viability gap fund (VGF), dan skema project development facility.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu sri mulyani KPBU
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top