Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI: Trayek Tol Laut Pengaruhi Disparitas Harga

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai trayek tol laut bisa mempengaruhi disparitas harga suatu wilayah.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  13:54 WIB
Pemudik bersiap menaiki KM Sabuk Nusantara 68 menuju Mentawai, di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra
Pemudik bersiap menaiki KM Sabuk Nusantara 68 menuju Mentawai, di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai kelancaraan angkutan barang di pelabuhan sangat berpengaruh terhadap disparitas harga.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Transportasi Laut MTI Leny Maryouri menyikapi penambahan trayek tol laut baru di wilayah Indonesia bagian Timur. Menurutnya, bila trayek mempermudah kapal datang dengan membawa barang yang dibutuhkan masyarakat dan pergi membawa hasil pertanian atau produksi warga sekitar, dapat membantu membuka sistem supply and demand yang berkesinambungan.

"Dengan begitu pengurangan disparitas barang akan tercapai," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (18/2/2021).

Leny berujar perlunya memperhatikan kelancaran angkutan barang dari pelabuhan sampai ke pasar induk atau pasar retail juga terkait dengan subsidi tol laut. Pasalnya, apabila tidak diperhatikan kemudahan angkutan darat tersebut dikhawatirkan yang menikmati subsidi tol laut hanya operator kapal dan grosir barang.

"Barang dengan harga murah hanya sampai di pelabuhan. Namun harga barang akan naik lagi saat diperlukan angkutan darat, sehingga harga barang sampai retail akan mahal lagi dan upaya mengurangi disparitas harga kurang optimal," sebutnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Antoni Arif Priyadi juga mengungkapkan bahwa selama ini wilayah Indonesia Timur terkenal dengan disparitas harga yang cukup tinggi dikarenakan tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke daerah tersebut.

Antoni menyebut program tol laut hadir dengan tujuan memangkas biaya logistik sehingga harga yang diterima oleh masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi tidak terlalu mahal dan terciptanya konektivitas antar daerah.

Dia menuturkan bahwa untuk tahun ini Ditjen Hubla menambah empat trayek baru di Indonesia Timur sehingga keseluruhan menjadi 30 trayek. Rute ini melibatkan 106 pelabuhan yang terdiri atas sembilan pelabuhan pangkal dan 97 pelabuhan singgah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top