Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Konsumsi China Terdorong Pembatasan Perjalanan

Menurut angka dari Kementerian Perdagangan, penjualan peritel dan restoran kunci selama liburan seminggu mencapai 821 miliar yuan (US$ 127 miliar), meningkat 4,9 persen dari 2019 dan naik 28,7 persen dari tahun lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  14:53 WIB
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumen China menghabiskan banyak uang untuk belanja di restoran, toko online, dan film selama liburan Tahun Baru Imlek. Pembatasan perjalanan telah menyulitkan banyak dari mereka untuk melakukan perjalanan tahunan ke kampung halaman.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan, penjualan peritel dan restoran kunci selama liburan seminggu mencapai 821 miliar yuan (US$ 127 miliar), meningkat 4,9 persen dari 2019 dan naik 28,7 persen dari tahun lalu.

Konsumsi yang tinggi selama liburan membantu menempatkan pemulihan ekonomi setelah virus corona pada pijakan yang lebih berkelanjutan. Namun demikian, peningkatan pengeluaran masih jauh di bawah tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 10 persen yang terlihat sebelum pandemi.

Peritel kunci yang dilacak oleh Kementerian Perdagangan adalah perusahaan yang berbasis di kota-kota besar, yang kemungkinan mendapat manfaat dari mandeknya perjalanan tahunan warga karena pembatasan virus.

Liburan biasanya merupakan periode puncak konsumsi di pedesaan China.

Kementerian tidak merilis data untuk total penjualan ritel selama liburan, yang mencapai 1 triliun yuan pada 2019. Tahun itu, kenaikan tahunan sebesar 8,5 persen, laju paling lambat sejak pencatatan dimulai pada 2005.

Analis Morgan Stanley menyatakan konsumsi China selama Tahun Baru Imlek tangguh. Konsumsi swasta dan belanja modal mengambil kendali dalam pemulihan ekonomi dari sebelumnya infrastruktur dan konstruksi properti.

Adapun menurut data dari Kementerian Perhubungan China, jumlah orang yang bepergian selama 20 hari terakhir turun 73 persen dari tahun lalu. Arus pengunjung di pusat perbelanjaan di kota-kota besar turun 14 persen dari level 2019 karena konsumen tetap berhati-hati dalam mengunjungi toko.

Sementara itu, menurut Maoyan Entertainment, penjualan box office bioskop sangat kuat selama periode tersebut, naik 33 persen dari 2019 menjadi 7,8 miliar yuan. Hal itu membantu memacu kenaikan saham untuk perusahaan seperti Imax China Holdings Inc. dan Alibaba Pictures Group Ltd. minggu ini.

Sedangkan e-commerce juga diuntungkan dari pembatasan perjalanan, karena banyaknya keluarga yang bertukar hadiah melalui pos. Cainiao, divisi logistik raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd., mengatakan volume paket yang ditangani selama liburan Festival Musim Semi lima kali lebih tinggi dari periode yang sama pada 2019.

Penjualan barang-barang mewah di China lebih kuat daripada produk pasar massal sejak pandemi. Hal itu mencerminkan dampak pembatasan perjalanan ke luar negeri dan pemulihan yang lebih kuat dalam upah bagi mereka yang berpenghasilan tinggi.

Tren itu tampaknya bertahan selama liburan, dengan penjualan perhiasan pada peritel yang dilacak oleh Kementerian Perdagangan naik 161 persen pada tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china konsumsi
Editor : Reni Lestari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top