Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Imlek Sepi Penumpang, Ini Penjelasan Kemenhub

Kemenhub menjelaskan perihal pergerakan jumlah penumpang yang relatif landai saat libur Tahun Baru Imlek.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  08:34 WIB
Barongsai beraksi di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020). PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menggelar pertunjukan barongsai dan liang liong pada tahun baru Imlek untuk menghibur para pengunjung Stasiun KA Madiun. - Antara
Barongsai beraksi di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020). PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menggelar pertunjukan barongsai dan liang liong pada tahun baru Imlek untuk menghibur para pengunjung Stasiun KA Madiun. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan jumlah penumpang pada Libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada akhir pekan Jumat (12/2/2021) tergolong lebih landai dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya karena sejumlah alasan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan terkait dengan data pergerakan penumpang, berdasarkan data dari sejumlah operator transportasi, pada masa libur Imlek kemarin memang tidak terjadi kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dibandingkan dengan hari biasa. Pemantauan pergerakan penumpang, tidak dilakukan secara terpadu tetapi ada di masing-masing simpul-simpul transportasi seperti di bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan.

“Tidak signifikannya kenaikan jumlah penumpang tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya aturan pengetatan persyaratan perjalanan, adanya Surat Edaran Tentang Larangan Bepergian Di Masa Liburan Imlek Bagi ASN, TNI dan Polri maupun pegawai BUMN, serta ada kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah saja selama masa libur panjang di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya, kepada Bisnis.com, Selasa (16/2/2021).

Adita juga melanjutkan terkait dengan penanganan kemacetan lalu lintas pada saat libur Imlek, Korlantas Polri sebagai komandan di lapangan tentunya telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Bahkan, berdasarkan laporan dari Korlantas Polri mengatakan bahwa pada arus mudik libur Imlek tidak mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan, khususnya yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Landainya arus lalu lintas kemungkinan dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan banjir di Pantura, serta amblasnya jalan di KM 122 Tol Cipali akibat tanah bergerak lantaran curah hujan yang tinggi,” terangnya.

Dia pun memerinci berdasarkan data dari operator transportasi, khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang sebanyak 154.292 orang atau rata-rata seakitar 38.000 orang per hari. Pergerakan penumpang ini relatif stabil jika dibandingkan dengan hari normal di masa pandemi yang berkisar 32.000–37.000 orang per hari.

Sementara itu, Daop I PT KAI menyebutkan pada periode 11–15 Februari 2021 atau selama lima hari, jumlah total penumpang KA jarak jauh sebanyak 27.981 orang atau rata-rata 5.500 orang per hari.

Pengelola Terminal Pulogebang juga menyebutkan, pada 11 Februari 2021 (H-1) jumlah keberangkatan bus sebanyak 187 unit dengan total penumpang sebanyak 1.417 orang. Pada 12 Februari 2021 (H), jumlahnya menurun dibandingKan dengan pada hari sebelumnya yaitu dengan jumlah keberangkatan 69 bus dengan total penumpang 402 orang.

Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) menyebutkan, sebanyak 264.458 kendaraan bermotor telah meninggalkan Jabodetabek pada 11–12 Februari 2021. Bahkan apabila dibandingkan dengan lalu lintas normal di masa pandemi, total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini menurun 8 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top