Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pantau Kualitas Rumah Subsidi, PPDPP Pakai Aplikasi SiPetruk

Aplikasi SiPetruk dapat memantau kualitas hunian rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang diperuntukkan bagi MBR.
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana menerapkan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) pada semester II/2021 untuk memantau kualitas rumah subsidi.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan terkait dengan independensi, PPDPP memastikan SiPetruk dikelola melalui kecerdasan buatan sehingga kelayakan proses foto yang diunggah mutlak melalui sistem yang sudah ditetapkan.

“Tidak ada main mata, sistem ini independen, tidak berpihak dari mana pun, tetapi berpihak pada MBR [masyarakat berpenghasilan rendah],” ujar Arief melalui keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Aplikasi SiPetruk dapat memantau kualitas hunian rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Awal tahun ini, PPDPP mempersiapkannya melalui pilot project bersama para asosiasi pengembang perumahan.

Pemerintah mengalokasikan dana FLPP di tahun 2021 sebesar Rp19,1 triliun untuk 157,500 unit rumah bagi MBR dengan menggandeng 38 bank pelaksana.

Tercatat per Selasa (16/2/2021) berdasarkan dashboard management control PPDPP, sebanyak 297.868 masyarakat sudah menggunakan aplikasi SiKasep, 121.919 calon debitur telah lolos subsidi checking, dan 5.828 calon debitur dalam proses verifikasi bank pelaksana.

Adapun, realisasi penyaluran FLPP mencakup sebanyak 280 unit senilai Rp30,51 triliun atau 0,18 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun 2021. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010–2021 sebanyak 765.135 unit senilai Rp55,628 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Zufrizal
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper