Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Belum Diimpor, Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Tak Jelas

Sebelumnya, regulasi program vaksinasi gotong royong diperkirakan rampung akhir Februari 2021.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  17:55 WIB
Petugas mendata sejumlah tenaga kesehatan (nakes) usai vaksinasi massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jakarta, Minggu (31/1/2021). - Antara\r\n\r\n
Petugas mendata sejumlah tenaga kesehatan (nakes) usai vaksinasi massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jakarta, Minggu (31/1/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Importasi vaksin untuk program vaksinasi Gotong Royong belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya.

PT Bio Farma sebagai importir tunggal yang ditunjuk oleh pemerintah sejauh ini belum mengimpor vaksin untuk program tersebut. 

Juru Bicara dan Sekrataris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan importasi vaksin belum berlangsung dan perusahaan masih menunggu regulasi pelaksanaan program tersebut rampung dikerjakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan dan tata laksana vaksinasi gotong royong. Jadi, kami masih menunggu regulasinya dulu," ujar Bambang kepada Bisnis, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, pemerintah saat ini tetap fokus dan memprioritaskan program vaksinasi nasional yang sedang berlangsung. Pemerintah, lanjutnya, baru mengamankan kuota vaksin untuk program vaksinasi nasional yang akan dibagikan secara gratis.

Dengan demikian, perkiraan bahwa regulasi program vaksinasi gotong royong rampung akhir Februari 2021 berpotensi besar tidak terealisasi.

Sebelumnya, diperkirakan kebijakan mengenai pelaksanaan program vaksinasi gotong royong diperkirakan rampung dikerjakan pemerintah pada pekan ketiga Februari 2021.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan pendataan yang dilakukan Kadin harus rampung selambat-lambatnya akhir Februari 2021.

Dia berharap program vaksinasi gotong royong bisa mulai dilaksanakan pada Maret 2021 dengan catatan semua vaksin yang digunakan akan menunggu izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk program tersebut, diperlukan sekitar 60 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan program tersebut dengan perkiraan harga yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap karyawan kurang dari Rp1 juta.

Adapun, jumlah yang akan divaksinasi sekitar 25-30 juta orang dengan total vaksin yang akan diimpor sekitar 60 juta dosis. 

#satgasCovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin bio farma Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top