Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Kemiskinan Sentuh Dua Digit, BPS: Lebih Baik dari Proyeksi

Tingkat kemiskinan terakhir kali menembus dua digit pada September 2017 dengan jumlah 26,58 juta jiwa.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  13:17 WIB
Warga beraktivitas di kawasan permukiman padat penduduk, di bantaran Kali Krukut Bawah, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/7/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di kawasan permukiman padat penduduk, di bantaran Kali Krukut Bawah, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/7/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat kemiskinan di Indonesia kembali menembus dua digit menyusul dirilisnya data jumlah penduduk miskin per September 2020.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah penduduk miskin mencapai 27,55 juta atau 10,19 persen dari jumlah penduduk. Angka ini naik 2,76 juta jiwa dibandingkan September 2019 atau bertambah 0,97 persen secara tahunan.

Tingkat kemiskinan terakhir kali menembus dua digit pada September 2017 dengan jumlah 26,58 juta jiwa. Tingkat kemiskinan kali ini pun menjadi yang tertinggi sejak Maret 2017 ketika berada di level 10,64 persen dari total populasi.

Meski kembali berada di atas 10 persen, Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan data tingkat kemiskinan ini cenderung lebih baik dibandingkan proyeksi sejumlah lembaga karena kenaikan yang terjadi hanya sebesar 0,97 persen jika dibandingkan September 2019.

Sebagai contoh, dalam laporan World Bank yang terbit pada Juni 2020 berjudul Ex-ante Poverty & Distributional Impacts of Covid-19 in Indonesia, angka kemiskinan Indonesia diprediksi bisa naik 10,7 sampai 11,6 persen jika program perlindungan sosial tidak disalurkan.

“Meski ada kenaikan karena pandemi Covid-19, kalau dibandingkan dengan berbagai simulasi dan prediksi angka kemiskinan dari berbagai institusi, betul ada kenaikan, tetapi tidak sedalam yang diduga,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Menurut Suhariyanto, berbagai program sosial yang disiapkan selama pandemi cukup membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Di sisi lain, pemerintah pun memperluas jangkauan program sosial yang tak hanya menyasar 40 persen penduduk termiskin, namun menjadi 60 persen.

“Jadi meski mengalami kenaikan dan tingkat kemiskinan menembus 10,19 persen, angka ini masih di bawah simulasi dari berbagai pihak karena adanya berbagai perlindungan sosial yang dirancang pemerintah,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS kemiskinan Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top