Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penimbunan Jadi Biang Keladi Krisis Chip Global

Dipimpin oleh Huawei, impor semua jenis chip China naik menjadi hampir US$380 miliar pada 2020.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  11:55 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Huawei Technologies Co. di pusat layanan di Brussels, Belgia, Selasa (4/2/2020). Bloomberg - Geert Vanden Wijngaert
Karyawan melintas di dekat logo Huawei Technologies Co. di pusat layanan di Brussels, Belgia, Selasa (4/2/2020). Bloomberg - Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA – Kelangkaan chip yang terjadi di seluruh dunia menyebabkan harga melambung dan produksi barang-barang yang bergantung pada rantai pasok tersendat.

Eksekutif industri menyalahkan penimbunan yang berlebihan, yang dimulai selama musim panas ketika Huawei Technologies Co. mulai menimbun komponen untuk memastikan kelangsungan hidupnya dari sanksi Amerika Serikat yang melumpuhkan.

Dipimpin oleh Huawei, impor semua jenis chip China naik menjadi hampir US$380 miliar pada 2020.

Hal itu memicu tindakan serupa oleh saingannya, Apple. Pada saat yang sama, pandemi dan tren bekerja dari rumah mendorong penjualan barang elektronik rumah tangga. Semua barang itu diproduksi dengan chip cerdas.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), salah satu pemasok chip terbesar mengatakan pelanggannya telah mengamankan pasokan lebih banyak daripada biasanya untuk melindungi dari ketidakpastian, sebuah manuver yang kemungkinan akan bertahan selama beberapa waktu.

"Ada perlombaan penimbunan chip," kata Will Bright, salah satu pendiri dan kepala produk Drop, yang menggunakan chip khusus pada headphone dan keyboard, dilansir Bloomberg, Senin (8/2/2021).

Semua itu tentu saja merugikan pembeli dengan volume yang lebih kecil seperti pembuat mobil dan konsol gim, antara lain Nintendo Co., Sony dan Microsoft Corp. yang telah berjuang untuk membuat cukup Switch, PlayStation, dan Xbox selama sekitar satu tahun.

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, industri perangkat keras gim bersiap untuk pasokan yang memburuk pada 2021, bahkan berpotensi memengaruhi musim liburan berikutnya.

Namun, di industri mobil, beberapa pengamat industri menyalahkan kesulitan mereka pada perencanaan dan perkiraan yang terlalu rendah dari pemulihan permintaan mobil pascapandemi. Sebagian yang lain berpendapat pembuat chip memprioritaskan barang elektronik konsumen dengan volume lebih tinggi dan lebih menguntungkan seperti smartphone.

Pada Jumat pekan lalu, Minebea Mitsumi Inc., pemasok penting untuk industri transportasi dan elektronik, menyatakan bahwa kekurangan dapat mengganggu lebih banyak sektor, termasuk penerbangan.

"Permintaan bermunculan di mana-mana dengan kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan. Maskapai penerbangan di seluruh dunia membuang pesawat tua untuk menurunkan neraca mereka. Dan keinginan orang untuk bepergian akan meledak setelah pandemi," kata CEO Yoshihisa Kainuma.

Tidak ada yang tahu kapan produksi akan mengejar permintaan. Namun semakin banyak pengamat industri yang tidak melihat resolusi cepat atau sederhana.

"Banyak hal yang dapat ditelusuri kembali ke kuartal kedua tahun lalu, ketika seluruh dunia pada dasarnya tutup. Banyak perusahaan otomotif menutup manufaktur dan pemasok mereka memprioritaskan kembali," kata Mario Morales, seorang analis IDC.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

huawei chip
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top