Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Paxel Optimis PPKM Bisa Pacu Pendapatan Bisnisnya

Sektor logistik diuntungkan dengan kebijakan PPKM seiring dengan semakin kuat adaptasi konsumen untuk melakukan belanja daring selama pandemi.
Ilustrasi belanja online/Antara
Ilustrasi belanja online/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan berbasis logistik, Paxel optimis keputusan pemerintah untuk memperpanjang pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021 memberikan efek positif bagi pertumbuhan bisnisnya.

Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita mengatakan sepanjang 2020, perusahaan bisa tumbuh dengan baik lantaran semakin tingginya volume pengiriman antar pada hari yang sama (same-day delivery), khususnya saat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah.

“Kami mengalami pertumbuhan rata-rata hingga 15—20 persen setiap bulannya dan penambahan user sampai 1,2 juta pelanggan,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, selama kebijakan PPKM berlangsung sektor logistik termasuk bidang yang tetap boleh berjalan dan hal ini selaras dengan semakin kuat adaptasi konsumen untuk melakukan belanja daring dibandingkan pada awal pandemi.

“Jadi melihat ini, kami sangat optimis selama PPKM bahwa perusahaan bisa tumbuh dengan baik, bahkan sampai Ramadan tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaldi mengatakan antisipasi yang tengah dipersiapkan oleh perusahaan adalah dengan menambah kota-kota baru yang dilayani oleh Paxel dan bekerjasama dengan pihak ketiga.

Menurut catatan Bisnis, perusahaan jasa kurir ini bekerjasama dengan menggandeng Blue Bird Group mengeluarkan produk pengiriman barang same day dalam kota berukuran 5—20 kilogram (kg). Produk yang dinamai PaxelBig ini diharapkan dapat meraih pengiriman hingga 200.000 kiriman per hari.

“Selain itu kami membuka layanan baru yaitu Paxel Big untuk pengiriman same day dengan berat diatas 5 kg, dengan harga flat,” kata Zaldi.

Menurut studi yang dilakukan oleh Google, Temasek, & Bain (2020). Transaksi e-commerce di Indonesia meningkat sebesar 54 persen, yaitu menjadi US$32 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya yang berada di angka US$21 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper