Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apple Tingkatkan Produksi di India & Vietnam, Jenuh di China?

Kenaikan biaya tenaga kerja di China, ketegangan perdagangan yang berkepanjangan antara Washington dan Beijing, dan wabah pandemi virus corona yang sangat mengganggu rantai pasokan.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  13:25 WIB
Logo Apple di satu toko Apple di Munich, Jerman - Reuters
Logo Apple di satu toko Apple di Munich, Jerman - Reuters

Bisnis.com, TAIPEI — Apple sedang meningkatkan produksi iPhone, iPad, Mac, dan produk lain di luar China, sebagai tanda bahwa raksasa teknologi itu terus mempercepat diversifikasi produksinya meskipun ada harapan bahwa ketegangan AS-China akan mereda di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden.

Sumber mengatakan bahwa produksi iPad akan dimulai di Vietnam pada awal pertengahan tahun ini, menandai pertama kalinya pembuat tablet terbesar di dunia itu akan memproduksi sejumlah besar perangkat di luar China.

Raksasa teknologi California itu, seperti dikutip dari https://asia.nikkei.com/, Rabu (27/1/2021), juga meningkatkan produksi iPhone di India, basis produksi terbesar kedua untuk perangkat ikonik tersebut.

Sumber tersebut menambahkan bahwa iPhone berencana untuk mulai memproduksi seri iPhone 12 terbaru—ponsel pintar 5G pertama perusahaan itu—di India pada kuartal ini.

Apple, tuturnya, juga meningkatkan kapasitas produksi untuk pelantang pintar, earphone, dan komputer di Asia Tenggara sebagai bagian dari strategi diversifikasi yang sedang berlangsung.

Di Vietnam, Apple memobilisasi pemasok untuk memperluas kapasitas produksi untuk HomePod mini terbaru, versi terjangkau dari jajaran pelantang pintar yang diaktifkan dengan suara. Perangkat tersebut telah diproduksi di Vietnam sejak diperkenalkan tahun lalu.

Raksasa teknologi itu telah meningkatkan produksi lokal dari produk terkait audio, termasuk berbagai jajaran AirPods.

Apple telah merelokasi beberapa produksi Mac mini, salah satu komputer desktop-nya, ke Malaysia, kata sumber lain yang mengetahui masalah ini kepada Nikkei, dan perusahaan juga akan memindahkan sebagian produksi MacBook ke Vietnam tahun ini. Sebagian besar produksi komputernya tetap di China.

"Apple dan banyak perusahaan teknologi lainnya semuanya menginginkan kapasitas produksi di luar China dan itu tidak melambat meskipun AS memiliki Presiden baru," kata seorang manajer rantai pasokan.

Pemasok Apple telah bekerja untuk memenuhi keinginan klien mereka akan basis produksi yang lebih beragam. Pemasok utama Foxconn, Hon Hai Precision Industry, menyuntikkan US$270 juta untuk mendirikan anak perusahaan di Vietnam akhir tahun lalu sebagai bagian dari upaya perusahaan Taiwan itu untuk memperluas kapasitas produksinya di negara itu.

Luxshare Precision Industry, perakit iPhone baru yang juga merupakan pemasok utama AirPods, meningkatkan kapasitasnya di Vietnam utara untuk HomePod mini guna mengatasi kendala pasokan untuk perangkat populer tersebut, Nikkei mempelajari.

Langkah Apple tersebut merupakan bagian dari tren yang lebih besar dari raksasa teknologi global yang mengurangi ketergantungan produksi mereka pada China, yang telah lama dikenal sebagai ‘pabrik dunia’.

Kenaikan biaya tenaga kerja di negara itu, ketegangan perdagangan yang berkepanjangan antara Washington dan Beijing, dan wabah pandemi virus corona yang sangat mengganggu rantai pasokan, semuanya mendorong risiko besar jika bergantung pada pada satu negara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget apple
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top