Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral China Tak Akan Hentikan Dukungan Ekonomi Sebelum Waktunya

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur People Bank’s of China (PBOC) Yi Gang dalam panel yang diselenggarakan oleh World Economic Forum, Selasa (26/1/2021).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  13:15 WIB
Gubernur People's Bank of China, Yi Gang. - Bloomberg
Gubernur People's Bank of China, Yi Gang. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral China menyatakan tidak akan menghentikan kebijakan moneter untuk mendukung perekonomian sebelum waktunya, sementara tetap menjaga risiko utang di bawah kendali

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur People Bank’s of China (PBOC) Yi Gang dalam panel yang diselenggarakan oleh World Economic Forum, Selasa (26/1/2021).

Ia mengatakan kebijakan moneter akan terus menopang ekonomi. Pejabat akan tetap memperhatikan risiko, seperti rasio leverage makro yang meningkat dan kredit macet yang lebih tinggi.

“Ke depan, saya kira kebijakan moneter kami akan terus berlanjut. Kami akan menjaga keseimbangan antara dukungan pemulihan ekonomi dan mencegah risiko,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Komentar Yi sebagian besar senada dengan pernyataaan dia berikan di konferensi virtual yang diselenggarakan oleh bank sentral Hongaria. Ini menandakan tidak ada perubahan dalam sikap kebijakan bank sentral yang ada.

Namun, pasar keuangan bergejolak pada Selasa setelah bank sentral menarik uang tunai dari sistem perbankan dan penasihat PBOC memperingatkan tentang risiko gelembung aset.

PBOC menarik US$12 miliar pada hari Selasa, langkah yang tidak biasa menjelang libur Tahun Baru Imlek di bulan Februari. Langkah ini diikuti dengan menarik likuditas sekitar US$15 miliar pada hari Rabu (27/1).

Penasihat bank sentral Ma Jun mengatakan baru-baru ini gelembung aset di pasar saham dan properti akan berlanjut jika kebijakan moneter tetap tidak berubah.

Securities Times mengatakan bahwa pasar tidak boleh membesar-besarkan dampak operasi likuiditas jangka pendek PBOC. Selain itu, pasar sebaiknya tidak perlu terlalu optimis atau terlalu pesimis tentang pendanaan.

Potensi Pertumbuhan

Yi tidak membahas risiko tersebut secara khusus pada hari Selasa, namun ia sebagian besar mengulangi sikap kebijakan bank sentral baru-baru ini.

“Kami akan memastikan kebijakan tersebut konsisten dan stabil dan tidak akan keluar dari kebijakan pendukung sebelum waktunya,” ujarnya.

Beralih ke perekonomian, Yi mengatakan China akan kembali ke tingkat pertumbuhan potensial tahun ini, dengan ekspor tetap kuat dan belanja konsumen meningkat.

Dia juga mengatakan pembuat kebijakan telah membuat kemajuan dalam meningkatkan kontribusi konsumsi dalam perekonomian.

"Tabungan kita mulai sedikit menurun setiap tahun/ Itu merupakan indikasi yang baik bahwa lebih banyak pertumbuhan datang dari sektor konsumsi," lanjutnya.

Untuk itu, PBOC kali ini akan fokus memaksimalkan lapangan kerja. Yi mengatakan stabilnya pasar tenaga kerja akan menjamin konsumsi tumbuh dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china people's bank of china

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top