Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AstraZeneca Tunda Kiriman Vaksin, Uni Eropa Protes

Pemerintah Uni Eropa melayangkan protes karena menilai hal itu akan memicu perselisihan global atas vaksin virus Corona dan memperpanjang penguncian yang memukul ekonomi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  12:23 WIB
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa akan berupaya menyelesaikan kebuntuan dengan AstraZeneca Plc yang mengumumkan penundaan distribusi vaksin pada pekan lalu. Penundaan itu berkaitan dengan pengembangan fasilitas produksi di Belgia.

Menanggapi pengumuman itu, Pemerintah Uni Eropa melayangkan protes karena menilai hal itu akan memicu perselisihan global atas vaksin virus Corona dan memperpanjang penguncian yang memukul ekonomi.

Dalam panggilan darurat, pejabat yang mewakili pemerintah nasional dan Komisi Eropa akan menuntut perusahaan memenuhi komitmen vaksinnya.

Uni Eropa (UE) juga akan mencari informasi fundamental dari para eksekutif tentang rencana pengiriman untuk paruh pertama tahun ini, menurut seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut. Panggilan telepon dijadwalkan pada pukul 18:30 waktu Brussel.

Jerman bahkan memberi isyarat dukungan untuk memberlakukan batasan penjualan di luar UE.

Risikonya adalah bahwa tindakan proteksionis dapat memicu pembalasan oleh negara lain, mengganggu aliran distribusi vaksin untuk menyelamatkan nyawa miliaran orang yang menunggu untuk disuntik.

Chief Executive AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan perusahaan menandatangani apa yang disebut perjanjian upaya terbaik yang tidak menentukan kuantitas. Itu karena UE bersikeras menerima vaksin pada waktu yang hampir sama dengan Inggris meskipun sudah memesannya tiga bulan sebelumnya.

Namun, Soriot menambahkan bahwa setelah AstraZeneca mendapat persetujuan peraturan di Eropa yang diharapkan dalam beberapa hari, perusahaan itu akan segera mengirimkan setidaknya 3 juta dosis, dengan target 17 juta pada Februari 2021.

“Apakah saya ingin menjadi lebih baik? Tentu saja. Tetapi, tahukah Anda, jika kami mengirimkan pada Februari apa yang kami rencanakan untuk dikirimkan, itu bukanlah volume yang kecil. Kami berencana untuk mengirimkan jutaan," katanya dilansir Bloomberg, Rabu (27/1/2021).

Dengan begitu banyaknya dukungan pada vaksinasi, badan eksekutif blok itu akan mempresentasikan proposal pemantauan ekspornya pada akhir minggu ini. Seorang juru bicara Astra mengatakan perusahaan belum mengalihkan produk apapun dari rantai pasokan Eropa.

Sementara itu vaksin produksi Pfizer Inc. dan Moderna Inc. sudah diizinkan untuk digunakan, meskipun UE tertinggal jauh di belakang AS dan Inggris dalam hal pangsa populasinya yang susah divaksinasi.

Pemerintah di seluruh blok sangat ingin menghindari kesalahan atas kinerja yang mengecewakan, yang dapat memaksa mereka untuk memperpanjang penguncian.

Tindakan tersebut telah melumpuhkan industri penerbangan hingga perhotelan, dan menyebabkan meningkatnya ketidakpuasan.

Belanda menghadapi kerusuhan sipil terburuk dalam empat dekade karena jam malamnya, Belgia telah melarang semua orang memasuki atau meninggalkan negara itu tanpa alasan kuat mulai hari ini, sementara penguncian ketat Irlandia akan diperpanjang hingga setidaknya 5 Maret 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top