Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Pandemi dan Kontraksi Bisnis UKM bagi Hp Inc. Indonesia

Sebelum pandemi HP Inc. Indonesia terus mengalami pertumbuhan pasar di Jabodetabek dan area di luar Jabodetabek.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  21:21 WIB
Ilustrasi - Hewlett Packard Seri Spectre x360. - Istimewa
Ilustrasi - Hewlett Packard Seri Spectre x360. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang tidak kecil pada perkembangan UKM. Hal itu pada giliran berikutnya berpengaruh pada perusahaan besar yang selama ini memiliki kaitan dengan UKM.

Terkait dampak kontraksi UKM  terhadap perkembangan bisnis HP Inc. di Indonesia, Presiden Director HP Inc. Indonesia Fiona Lee menyebutkan situasi yang terjadi.

Lee menyebutkan produk yang paling terkoreksi tingkat penjualannya di masa pandemi di Indonesia adalah segmen printer kantor.

Hal itu terkait dengan pembatasan sosial skala besar di Indonesia dan banyak kantor yang beralih ke pekerjaan jarak jauh.

“Namun, ada kenaikan dalam pendapatan PC dan printer rumah menjadi dua digit kuartal-ke-kuartal, didorong oleh kesuksesan kerja dan pembelajaran dari kampanye tetap di rumah,” tambahnya.

Sebelum pandemi, lanjut Lee, HP Inc. Indonesia terus mengalami pertumbuhan pasar di Jabodetabek dan area di luar Jabodetabek.

HP Inc. juga telah bekerja sama dengan lebih banyak platform e-commerce Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Terkait pertumbuhan HP sebelum dan saat pandemi terjadi di Indonesia, Lee memberikan sejumlah informasi.

Disebutkan Lee, laporan kuartal ketiga FY20 global HP Inc. menyebutkan bahwa kawasan Asia Pasifik mencakup 23 persen dari pendapatan bersih HP Inc.

“Laporan global kami juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan, laba operasi non-GAAP, dan pendapatan per saham non-GAAP, mengungguli Personal System dan pasar Cetak dari FY19. Kami melihat tren naik serupa selama dan pascapandemi di wilayah tersebut yang dapat diterapkan ke pasar local,” ujarnya.

Soal produk HP yang memperlihatkan kecenderungan “lebih bertahan” tingkat penjualannya di masa pandemi di Indonesia, Lee mengaitkannya dengan pergeseran dan cara kerja baru banyak orang di Indonesia.

“Dengan pergeseran cepat menuju cara kerja baru, banyak orang Indonesia tertantang untuk terus produktif sambil mempertahankan bisnis mereka. Karena banyak orang Indonesia yang masih bekerja dari rumah di Jakarta, maka makin bertambahnya waktu yang dihabiskan untuk konferensi video. Adanya perubahan dalam gaya kerja meningkatkan permintaan akan teknologi tepercaya, andal, platform kolaborasi, dan alat yang sangat penting untuk kelangsungan dan kesuksesan bisnis,” ujarnya.

Lee menyebutkan apa yang terjadi saat ini membawa situasi ke lompatan masa depan.

“Kami sekarang bekerja dan hidup di lingkungan hibrid baru yang gesit. Kami berada di tempat yang kami pikir akan berada dalam waktu lima tahun di masa depan,” ujarnya.

Lee menyebutkan bahwa HP Inc. akan terus bekerja sama dengan UKM dengan latar belakang industri yang berbeda dan mengakui ketahanan dan ketabahan yang dibutuhkan UKM untuk terus maju.

HP, lanjut Lee, mendukung pertumbuhan UKM dengan berbagai portofolio produk dan layanan yang dapat membantu semua orang Indonesia menciptakan masa depan yang berkelanjutan untuk bisnis dan keluarga mereka.

Di sisi lain, Lee menyebutan bahwa studi HP juga menunjukkan 75 persen pemilik UKM di Indonesia percaya adaptasi teknologi adalah kunci untuk bertahan dan menghidupkan kembali bisnis mereka.

Hal itu, ujar Lee, membantu HP menyusun strategi dalam mendukung UKM Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm hewlett packard pandemi corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top