Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Progres Program Vaksinasi Gotong Royong, Ini Perkembangannya

Pemerintah menjamin tidak ada komersialisasi dalam program vaksinasi gotong royong.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  12:56 WIB
Seorang calon penerima vaksin dicek kesiapannya sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). - Antara\r\n
Seorang calon penerima vaksin dicek kesiapannya sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) tidak memiliki waktu cukup banyak dalam mempersiapkan rencana program vaksinasi gotong royong bersama-sama dengan pemerintah.

Direncanakan berjalan April 2021, proses pengumpulan data awal peminat vaksin gratis tersebut sejauh ini belum dimulai.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan pengumpulan data awal penerima vaksin dari program gotong royong akan dilanjutkan dengan pengumpulan data rinci paling lambat 28 Februari 2021.

“Kadin akan mengumpulkan data awal peminat dan dilanjutkan dengan pengumpulan data detail mengenai orang yang akan divaksin paling lambat 28 Februari 2021,” kata Benny kepada Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Selain itu, lanjutnya, proses perencanaan masih dalam pembicaraan antara Kadin dan otoritas pemerintah yang membidangi urusan vaksin beserta infrastruktur terkait.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait dengan pengadaan vaksin untuk program gotong royong tersebut. Baik soal izin dan negara asal impor, jumlah dosis yang dibutuhkan, maupun kepastian realisasi pengadaan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Bisnis dari Kadin, pembahasan antara pelaku usaha dan sejumlah produsen vaksin Covid-19 global mengenai pengadaan vaksin untuk program vaksinasi mandiri sudah masuk ke ruang negosiasi.

Negosiasi berlangsung setelah pelaku usaha terus melakukan komunikasi sejak Oktober 2020 dengan beberapa produsen, antara lain AstraZaneca, Pfizer BioNTech, Moderna, dan Sputnik dari Rusia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan proses negosiasi berlangsung secara terpisah antara pelaku usaha dan pemerintah. Dengan pelaku usaha, ujarnya, proses berlangsung untuk menegosiasikan waktu pengiriman serta kapasitas vaksin yang bisa dikirimkan oleh produsen.

Di sisi lain, pemerintah akan menyusun kebijakan mengenai program vaksinasi gotong-royong tersebut. Penyusunan kebijakan bertujuan mempercepat program vaksinasi yang ditargetkan rampung akhir 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan pemerintah masih melakukan pengkajian lebih lanjut terkait dengan program vaksinasi gotong royong. Sesuai dengan skema yang telah ada sejauh ini, program tersebut akan dilakukan mulai April 2021.

“Ini sedang proses kajian lebih lanjut mengenai skemanya, jangan sampai nanti memberikan pemahaman yang salah sehingga menjadi senjata bagi kelompok anti vaksin untuk membuat masyarakat tidak berpartisipasi. Sesuai dengan skema, ini akan dimulai April 2021,” ujar Nadia dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 yang diselenggarakan Selasa (26/1/2021).

Dia menjelaskan program vaksinasi gotong royong merupakan bagian dari komitmen dunia usaha mempercepat program pemerintah dengan memperbanyak jumlah orang yang divaksinasi sehingga mengurangi angka kesakitan dan kematian terkait Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menjamin tidak ada komersialisasi dalam program tersebut. Dengan kata lain, perusahaan-perusahaan menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis untuk seluruh karyawan.

“Kalau lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan ruginya, program, ini akan diputuskan sebagai kebijakan,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top