Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Personel Penerbangan Wajib Tes Covid-19 Tiap Hari! Ini Alasannya

Personel penerbangan dinilai wajib melakukan tes Covid-19 setiap hari karena lebih rentan terinfeksi virus saat bertugas.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  09:49 WIB
Ilustrasi personel penerbangan. Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Ilustrasi personel penerbangan. Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk membedakan syarat antara penumpang dengan personel maskapai yang bertugas dalam penerbangan soal pemenuhan surat keterangan hasil negatif Covid-19 dinilai tidak tepat.

Pemerhati penerbangan sekaligus anggota Ombudsman Alvin Lie mempertanyakan dasar dari perumusan aturan tersebut yang tercantum dalam Surat Edaran Kemenhub No. 10/2021. Virus Covid-19 dinilai bisa menyerang siapapun tanpa mengenal status, baik itu penumpang maupun personel penerbangan.

"Apakah kru [penerbangan] lebih kebal daripada penumpang? Justru kru lebih rentan karena dalam satu hari bisa [melakukan] 2-3 flights dan ketemu banyak orang, makanya perlu tes antigen setiap hari tugas," kata Alvin kepada Bisnis.com, Selasa (26/1/2021).

Berdasarkan Surat Edaran Kemenhub No. 10/2021, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatur mengenai ketentuan perjalanan orang/penumpang dalam negeri dengan transportasi udara dalam masa pandemi Covid-19.

Penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, untuk penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Adapun, untuk penerbangan dari dan ke daerah lain, menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Namun, khusus bagi personel udara, rentang waktu pengambilan sampel dalam surat keterangan hasil negatif Covid-19 justru jauh lebih lama.

Dalam beleid tersebut disebutkan, terhadap personel pesawat udara yang bertugas dalam penerbangan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan RT-PCR atau rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 14 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun, SE ini berlaku sejak 26 Januari hingga 8 Februari 2021 dan bisa dievaluasi sewaktu-waktu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top