Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi Incar Dana Kelolaan SWF Tembus US$1,1 Triliun pada 2025

Public Investment Fund merupakan tulang punggung rencana transformasi ekonomi Arab Saudi. Lembaga ini memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan besar di seluruh dunia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  16:19 WIB
Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman. - Bloomberg
Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Arab Saudi menargetkan dana kelolaan lembaga pengelola investasi (Sovereign Wealth Fund) tumbuh lebih dari dua kali lipat melampaui 4 triliun riyal (US$1,1 triliun) hingga 2025.

Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dana kelolaan lembaga tersebut mencapai 1,5 triliun riyal pada tahun lalu.

“Selama beberapa tahun terakhir, PIF [Public Investment Fund] berhasil meraih pencapaian ekonomi dan investasi. Lembaga ini [PIF] mampu melipatgandakan asetnya,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Senin (25/1/2021).

PIF merupakan tulang punggung rencana transformasi ekonomi Arab Saudi. Lembaga ini memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan besar di seluruh dunia.

Dalam laporan terpisah, Lucid Motors Inc. sedang melakukan pembicaraan dengan PIF Arab Saudi untuk membangun pabrik mobil listrik di Jeddah.

Gubernur PIF Yasir Al-Rumayyan menjelaskan lembaga yang dipimpinnya terus mengincar minat perusahaan asing untuk mendirikan perusahaan di kerajaan tersebut.

“PIF sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah pelaku usaha di sektor kesehatan,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi Lembaga pengelola investasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top