Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Ketimpangan Vaksin Global, Kemenlu Pastikan Pasokan Aman

World Health Organization baru-baru ini memperkirakan sebanyak 67 negara miskin hanya bisa memeroleh vaksin untuk 1 per 10 masyarakat dari jumlah total masing-masing populasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  14:19 WIB
Petugas medis sebelum penyuntikan vaksin CoronaVac di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Kamis (14/1/2021). - Antara
Petugas medis sebelum penyuntikan vaksin CoronaVac di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Kamis (14/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) siap membuka jalan bagi pemerintah untuk memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 di Tanah Air di tengah kekhawatiran World Health Organization (WHO) mengenai ketimpangan porsi vaksin antara negaya kaya dan miskin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan kementerian telah membangun komunikasi dengan produsen vaksin Covid-19 - yang terus berlanjut sejak awal pandemi hingga saat ini - baik dalam lingkup komunikasi bilateral maupun multilateral.

“[Kemenlu] telah aktif membangun komunikasi dan kontak dengan produsen, termasuk melalui jalur multilateral untuk pengadaan vaksin [Covid-19],” ujar Faizasyah kepada Bisnis, Rabu (20/1/2021).

Upaya diplomasi vaksin, lanjutnya, dilakukan oleh kementerian berdasarkan hasil kajian strategis yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kajian strategis tersebut meliputi mekanisme pemenuhan kebutuhan vaksin serta kesiapan sarana dan prasarana merujuk kepada keragaman jenis vaksin.

Perlu diketahui, WHO saat ini mengkhawatirkan ketimpangan porsi vaksin antara negara kaya dan miskin.

Organisasi kesehatan global tersebut baru-baru ini memperkirakan sebanyak 67 negara miskin hanya bisa memeroleh vaksin untuk 1 per 10 masyarakat dari jumlah total masing-masing populasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya juga sempat menyoroti kendala pembelian vaksin yang dihadapi, yaitu tingginya permintaan sedangkan produksi terbatas.

Dengan demikian, dari kerja sama baik yang dilakukan secara bilateral dengan penyedia vaksin maupun multilateral dengan 92 negara yang tergabung dalam aliansi vaksin global Covax Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX-AMC EG), terdapat sejumlah masalah yang mesti diperhitungkan matang-matang oleh pemerintah.

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sendiri merupakan salah satu Ketua Bersama COVAX-AMC EG.

COVAX-AMC EG merupakan forum antara 92 negara AMC dengan negara negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC.

COVAX Facility memiliki target pengadaan vaksin bagi 20 persen dari populasi  setiap negara AMC dan mendukung kesiapan negara AMC untuk melakukan rencana  vaksinasi  nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu who Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top