Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Dipacu, Harga Rumah di Inggris pada Januari Turun

Harga rumah di Inggris pada Januari 2021 menurun disebabkan penjual memacu realisasi transaksi menjelang pengurangan pajak berakhir.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  15:42 WIB
Perumahan di London, Inggris./Bloomberg - Chris J. Ratcliffe
Perumahan di London, Inggris./Bloomberg - Chris J. Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah di Inggris pada Januari 2021 turun karena penjual mencoba memacu transaksi dengan diskon sebelum berakhirnya pengurangan sementara dalam pajak dalam jumlah yang yang lumayan untuk pembelian rumah, meskipun banyak kesepakatan akan melewatkan tenggat waktu.

Menurut Rightmove, portal penjualan real estat, mengemukkan bahwa harga rata-rata yang diminta turun 0,9 persen pada bulan tersebut, dan itu tampaknya menggoda untuk menggerakkan ke penjualan menit-menit akhir.

Namun, dari 613.000 perjanjian yang sudah direncanakan, diperkirakan sekitar 100.000 transaksi bau ditutup setelah diskon pajak berakhir pada 31 Maret, yang berarti mereka akan menghadapi tagihan pajak sebesar 15.000 pound sterling (Rp285,73 juta).

Sementara aktivitas dalam beberapa pekan pertama Januari biasanya menentukan bentuk pasar properti untuk sisa tahun ini, penutupan pasar terkait dengan Covid-19 dan libur bea meterai—yang meningkatkan stimulus—kemungkinan akan mengubah besaran penjualan pada 2021.

Tim Bannister, Direktur Data Properti Rightmove, mengatakan perbedaan utama antara penutupan pertama Inggris tahun lalu dan yang terjadi sekarang adalah bahwa pasar perumahan sudah terbuka kali ini, sehingga "prioritas perumahan yang pasarnya berubah akibat Covid-19 dapat lebih siap dipenuhi."

Akibat pandemi, semakin banyak orang yang bekerja dari jarak jauh dan menyekolahkan anak-anak mereka di rumah, meningkatkan pencarian rumah dengan lebih banyak ruang—di dalam rumah dan di bagian luarnya—mengangkat pasar setelah guncangan awal pandemi meskipun terjadi kemerosotan ekonomi terbesar dalam 3 abad.

Matthew Smith, direktur penjualan di perusahaan agen properti Thornley Groves di Manchester, mengatakan keinginan untuk melakukan upsize ke pinggiran kota adalah pendorong utama penjualan.

"Saya tidak berpikir tingginya aktivitas yang kita lihat saat ini secara eksklusif disebabkan oleh pembebasan pajak," katanya. "Ini hanya akibat adanya dorongan untuk pindah rumah, yang pada gilirannya menyebabkan lebih banyak permintaan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan inggris

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top