Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Ekonomi China Kuartal IV/2020 Diramal Melaju Lebih Cepat

China akan merilis data PDB kuartal keempat tahun ini pada Senin waktu setempat bersamaan dengan dengan output pabrik, penjualan ritel, dan investasi aset tetap untuk Desember.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  07:54 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Pemulihan ekonomi China diperkirakan melaju lebih cepat pada kuartal IV/2020 yang didorong oleh kuatnya permintaan di dalam dan luar negeri serta stimulus kebijakan.

Angka produk domestik bruto (PDB) yang akan dirilis pada Senin pagi, akan diawasi dengan ketat di seluruh dunia, terutama karena banyak negara masih bergulat dengan pandemi Covid-19 dan adanya temuan sejumlah kasus virus Corona di China.

Dilansir Antara, Senin (18/1/2021), sejumlah analis memperkirakan PDB China tumbuh 6,1 persen pada kuartal keempat tahun lalu (year-on-year) dan melaju dari laju 4,9 persen pada kuartal ketiga tahun lalu.

Realisasi tersebut akan membawa ekspansi China tahun lalu menjadi 2,1 persen dan sekaligus  membuat China sebagai satu-satunya ekonomi utama yang mengalami pertumbuhan pada tahun lalu.

Kendati demikian, angka ini masih merupakan laju terlemah Negeri Panda itu selama lebih dari 4 dekade.

China berhasil mengatasi lonjakan penambahan kasus dengan sejumlah kebijakan ketat dan bantuan darurat untuk pebisnis. Hal ini membuat negara ini melaju mantap dari penurunan tajam 6,8 persen pada kuartal awal tahun lalu.

Secara kuartalan, sejumlah analis meyakin pertumbuhan PDB mencapai 3,2 persen pada kuartal IV/2020 dari 2,7 persen pada kuartal sebelumnya.

China akan merilis data PDB kuartal keempat tahun ini pada Senin waktu setempat bersamaan dengan dengan output pabrik, penjualan ritel, dan investasi aset tetap untuk Desember.

Data pada Kamis (14/1/2021) menunjukkan ekspor China tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada Desember di tengah pandemi Covid-19 yang memacu permintaan barang-barang China.

Analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi China kembali pulih menjadi 8,4 persen pada 2021, sebelum melambat menjadi 5,5 persen pada 2022.

Meskipun prediksi tingkat pertumbuhan tahun ini akan menjadi yang terkuat dalam satu dekade, hal itu dianggap kurang mengesankan karena berasal dari basis rendah yang ditetapkan pada 2020 saat dihantam pandemi.

Berdasarkan data resmi, Jumat (15/1/2021), China melaporkan jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi dalam lebih dari 10 bulan karena wabah parah di timur laut yang telah membuat lebih dari 28 juta orang diisolasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top