Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati! Ada Situs Palsu Kartu Prakerja

Pada 2020, Program Kartu Prakerja diberikan kepada sebanyak 5,59 juta peserta atau penerima manfaat. Total anggaran yang disediakan sekitar Rp20 triliun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  06:28 WIB
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang.  - ANTARA
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah situs palsu Kartu Prakerja beredar dalam seminggu terakhir. Situs tersebut berisi informasi bahwa pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 12 telah dibuka.

"Pesan ini adalah hoax yang bermaksud mengelabui masyarakat dan mencuri data pribadi," kata Head of Communication Manajemen Pelaksana Program (PMO) Karu Prakerja Lousia Tuhatu, dilansir dari tempo.co, Senin (18/1/2021).

Alamat dari situs palsu tersebut yaitu http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12. Hingga Minggu sore, pukul 17.21 WIB, situs ini masih bisa diakses dengan bebas.

Selain itu, tertera jumlah orang yang mendaftar yang angkanya terus bertambah. Lalu di bawahnya, ada perintah untuk mengisi data dengan benar.

Louisa mengatakan situs resmi dari Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id. Selain itu, pendaftaran Kartu Prakerja baru dibuka sampai gelombang 11.

Ia menyebut pembukaan gelombang 12 nantinya akan diumumkan melalui media dan media sosial resmi, baik Instagram atau Facebook dengan nama akun @prakerja.go.id.

Dengan beredarnya situs palsu ini, Louisa meminta masyarakat untuk berhati-hati. "[Berhari-hati] dalam memberikan data pribadi di situs yang tidak benar," kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede menyatakan pemerintah telah memastikan Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan lagi pada tahun 2021. Anggaran yang disiapkan tidak berubah dari sebelumnya.

“Minimal semester pertama ini sudah akan jalan lagi dengan anggaran Rp10 triliun,” kata Raden.

Adapun skema program tersebut, menurut Raden, tidak akan berbeda dengan yang sebelumnya. Pemerintah akan memberikan pelatihan plus bantuan dana tunai.

Salah satu yang melatarbelakangi dilanjutkannya Program Kartu Prakerja ini adalah penilaian pemerintah bahwa selama pandemi Covid-19 belum sepenuhnya bisa ditangani. Dengan demikian, program bantuan sosial akan tetap ada karena masih dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebaliknya, bila pandemi Covid-19 bisa ditangani, bantuan tersebut tidak akan diperlukan lagi. Program akan kembali seperti rencana awal, yaitu hanya pelatihan.

Raden menjelaskan bahwa sebetulnya dalam pelaksanaan program tersebut ada gabungan antara pelatihan dan juga ada bantuan sosial. "Masih begitu untuk semester pertama. Nanti kita lihat dengan semester kedua. Karena kita harus beradaptasi lagi,” ucapnya.

Pada 2020, Program Kartu Prakerja diberikan kepada sebanyak 5,59 juta peserta atau penerima manfaat. Total anggaran yang disediakan sekitar Rp20 triliun.

Program Kartu Prakerja di tahun 2020 berakhir di gelombang 11 dengan total pendaftar mencapai 43 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantuan sosial kartu prakerja Covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top