Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KNKT Diminta Percepat Proses Investigasi Sriwijaya Air, Ini Alasannya

Percepatan proses investigasi KNKT menjadi kurang dari 1 tahun bisa mencegah keterlambatan dalam upaya pembenahan keselamatan penerbangan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  14:06 WIB
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diharapkan bisa menyelesaikan investigasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 dalam waktu kurang dari satu tahun.

Anggota Komisi V DPR Sigit Sosiantomo menilai waktu 12 bulan untuk menyelesaikan investigasi tersebut terlalu lama. Adapun, laporan final investigasi diharapkan bisa diberikan kepada Komisi V kurang dari setahun.

"Meski aturan internasional memberikan waktu 12 bulan kepada KNKT untuk melakukan investigasi kecelakaan pesawat, tapi kalau bisa lebih cepat lebih baik." Kata Sigit dalam siaran pers, Sabtu (16/1/2021).

Dia menambahkan selama ini laporan akhir hasil investigasi kecelakaan pesawat diberikan KNKT kepada komisi V setahun setelah kejadian. Akibatnya, kebijakan yang akan diambil untuk pembenahan keselamatan penerbangan juga menjadi terlambat.

Sigit menilai laporan investigasi yang terlalu lama dinilai bakal menyulitkan DPR untuk mengkaji aturan yang harus diperbaiki. Tidak menutup kemungkinan akan ada revisi mengenai aturan tentang batas waktu investigasi KNKT.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan perlunya memperkuat lembaga KNKT menjadi mandiri dan terlepas dari Kementerian Perhubungan. Keberadaannya di bawah Kemenhub menyebabkan lembaga ini tidak memiliki otoritas untuk mengevaluasi tindak lanjut dari rekomendasi yang dikeluarkannya kepada pihak-pihat terkait.

"KNKT harus menjadi lembaga negara yang langsung bertanggung jawab kepada presiden," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top