Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Apartemen Sewa Terus Tertekan, Pulih 2022 dengan Syarat

Pasar apartemen sewa sepanjang tahun ini diprediksi terus tertekan akibat kondisi perekonomian yang tak kunjung membaik akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  15:18 WIB
Pembangunan apartemen di Jakarta./Bloomberg - Dimas Ardian
Pembangunan apartemen di Jakarta./Bloomberg - Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis apartemen sewa pada tahun ini diprediksi masih akan tertekan, menurut Darsono Tan, direktur konsultan properti Leads Property.

Dia memperkirakan bahwa tingkat hunian apartemen sewa pada tahun ini bakal menurun dibandingkan dengan tahun lalu yakni menjadi 53,8 persen dari tahun lalu yang 56,8 persen.

Berdasarkan laporan Jakarta Property Market Outlook 2021 yang dikeluarkan oleh Leads Property, pasokan unit pasar apartemen sewa bertambah 933 unit pada tahun ini, lebih banyak dari tahun lalu yang bertambah 176 unit.

Penambahan pasokan baru yang 933 unit pada tahun ini akan berdampak total ketersediaan pasokan pasar apartemen sewa tahun ini menjadi 10.051. Permintaan apartemen sewa tahun ini diperkirakan bertambah menjadi 5.403 unit dari tahun sebelumnya yang hanya 5.183 unit.

"Tahun ini pasar apartemen sewa masih tertekan. Pasokan unit apartemen sewa yang bertambah banyak tahun ini dibandingkan tahun lalu, dan permintaan apartemen sewa yang diperkirakan tak begitu besar berdampak pada okupansi yang rendah," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, pasar apartemen sewa memerlukan waktu agak lama untuk pulih. Dia memperkirakan pemulihan pasar apartemen sewa baru terjadi tahun depan, dengan catatan pandemi dapat terkendali sehingga banyak ekspatriat yang kembali bermukim di Indonesia.

Dia menuturkan saat ini pasar apartemen sewa menjadi pilihan bagi perusahaan sebagai tempat karantina para pekerja yang setelah mereka berpergian dari luar negeri.

"Apartemen yang menerapkan protokol kesehatan ketat menjadi pilihan bagi perusahaan menempatkan pekerjanya untuk tinggal di apartemen khususnya area CBD [central business district]," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top