Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyaluran BBM Subsidi 2020 di Bawah Kuota Pemerintah

Dengan realisasi penyaluran yang lebih rendah dibandingkan dengan target kuota yang ditetapkan pemerintah, maka terdapat potensi penghematan subsidi untuk BBM pada 2020.
Petugas SPBU di Kota Palembang mengisi BBM kendaraan saat libur Natal 2020. istimewa
Petugas SPBU di Kota Palembang mengisi BBM kendaraan saat libur Natal 2020. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mencatat penyaluran jenis BBM tertentu atau BBM bersubsidi dan jenis BBM khusus penugasan pada 2020 tercatat di bawah target yang ditetapkan.

Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas Alfons Simanjuntak mengatakan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) solar pada 2020 hanya mencapai 13,9 juta kiloliter (kl). Realisasi itu lebih rendah 14,3 persen jika dibandingkan dengan catatan pada 2019 yakni 16,23 juta kl.

Sementara itu, realisasi JBT kerosin pada 2020 mencapai 475.359 kl atau lebih rendah 9,3 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2019 523.844 kl. Adapun, total realisasi JBT pada 2020 adalah sebesar 14.38 juta kl atau lebih rendah 14,1 persen dibandingkan dengan 2019 sebesar 16,75 juta kl.

Alfon menambahkan realisasi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) pada 2020 hanya mencapai 8,44 juta kl atau lebih rendah 26,9 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2019 yakni 11,55 juta kl.

Berdasarkan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, kuota penyaluran sebanyak 15,87 juta kl terbagi atas minyak solar 15,31 juta kl dan minyak tanah sebesar 0,56 juta kl.

Adapun kuota JBT mengalami kenaikan sebesar 5,03 persen dari kuota BBM 2019 sebanyak 15,11 juta kl. "Covid-19 juga berpengaruh terhadap realisasi penyaluran pada 2020," katanya kepada Bisnis, Rabu (13/1/2021).

Dengan realisasi penyaluran yang lebih rendah dibandingkan dengan target kuota yang ditetapkan pemerintah, maka terdapat potensi penghematan subsidi untuk BBM pada 2020.

Kendati demikian, Alfons belum dapat memastikan lebih lanjut berapa besaran subsidi yang dapat dihemat pada tahun lalu tersebut. "Kami masih memverifikasi volume final 2020," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper