Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TNI AL Gunakan Alat Berbentuk Roket Cari Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Alat itu berbentuk seperti roket dengan panjang sekitar 1,5 meter.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  09:10 WIB
Personel gabungan TNI Angkatan Laut (AL) menurunkan magnetometer dari atas KRI Rigel-933, Selasa (12/1/2021). - Antara
Personel gabungan TNI Angkatan Laut (AL) menurunkan magnetometer dari atas KRI Rigel-933, Selasa (12/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Personel gabungan TNI Angkatan Laut (AL) menurunkan alat pendeteksi logam (magnetometer) dari atas KRI Rigel-933 untuk mendeteksi puing pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pantauan di KRI Rigel-933, Selasa (12/1/2021), alat itu berbentuk seperti roket dengan panjang sekitar 1,5 meter. Magnetometer dilengkapi sensor untuk mendeteksi logam di bawah permukaan air.

Saat diturunkan, alat itu dilengkapi kabel sepanjang 20 meter untuk merekam hasil pembacaan data bawah air dari ruang kendali.

Setelah dimasukan ke air, alat itu lalu ditarik berputar di atas lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Badan pesawat yang mengandung logam dapat terbaca melalui alat tersebut. Data hasil pembacaan alat itu diharapkan bisa menjadi tambahan data untuk mencari kotak hitam pesawat.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air kecelakaan pesawat

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top