Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Goldman Sachs hingga Morgan Stanley Hapus 500 Produk Investasi dari Bursa Hong Kong

Ada sekitar 500 produk keuangan yang akan dihapus pada Indeks Hang Seng, Indeks yang dikelola oleh Hang Seng China Enterprises Index and China Mobile Ltd. Produk tersebut termasuk waran dan kontrak bull / bear callable (CBBC).
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  08:34 WIB
Goldman Sachs. - Bloomberg
Goldman Sachs. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, dan JPMorgan Chase & Co. akan menghapus 500 produk keuangan terstruktur di bursa Hong Kong, sebagai dampak dari larangan AS atas investasi di perusahaan yang terkait dengan militer China.

Produk tersebut termasuk waran dan kontrak bull / bear callable (CBBC) pada Indeks Hang Seng, Indeks yang dikelola oleh Hang Seng China Enterprises Index and China Mobile Ltd.

Hal ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Hong Kong dan Kliring Ltd. Kota ini adalah pasar produk terstruktur terbesar di dunia. dengan lebih dari 12.000 produk terdaftar, angka HKEX menunjukkan.

Secara terpisah, pengelola Tracker Fund of Hong Kong mengatakan akan menahan diri untuk tidak melakukan investasi baru di perusahaan yang dicakup oleh larangan tersebut dan menambahkan bahwa dana investasinya tersebut tidak lagi sesuai untuk investor AS. Dikelola oleh State Street Global Advisors Asia Ltd., Tracker Fund adalah ETF yang paling aktif diperdagangkan di Hong Kong.

Investor telah berebut untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana regulator, bursa dan perantara keuangan akan menerapkan perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Donald Trump di hari-hari pemerintahannya terakhir.

Bursa Efek New York pekan mengatakan akan menghapus China Mobile dan dua perusahaan telekomunikasi China lainnya. MSCI Inc. menghapus saham perusahaan China dari indeks global pada hari Jumat lalu (8/1/2021). Kondisi ini memicu investor menjual saham-saham tersebut dan mengalihkan dananya ke saham lain.

Alhasil, volume saham ke posisi tertinggi dalam sejarah dan mendorong harga saham China Mobile ke level terendah dalam 14 tahun.

Bagi bank, pengelola indeks, dan fund manager, perintah eksekutif dari Trump telah menambah tantangan dalam menavigasi ketegangan antara Washington dan Beijing yang semakin memasuki bidang keuangan.

China mengeluarkan aturan baru pada hari Sabtu (11/1/2021) untuk melindungi perusahaannya dari hukum asing yang tidak dapat dibenarkan. Peraturan ini juga akan memungkinkan pengadilan China untuk menghukum perusahaan global karena mematuhi batasan asing.

Bursa Hong Kong mengatakan pihaknya bekerja sama dengan bank untuk memastikan penghapusan yang teratur.

"Kami tidak yakin ini akan berdampak negatif secara material pada pasar produk terstruktur Hong Kong," kata manajemen bursa dalam sebuah pernyataan, Minggu (10/1/2021). Regulator sekuritas Hong Kong mengatakan pihaknya juga telah melakukan dialog erat dengan emiten yang terkena dampak dan telah mengingatkan mereka untuk menilai dengan hati-hati dampak sanksi AS pada produk mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china goldman sachs morgan stanley jp morgan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top