Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Siap-Siap Rapid Test Antigen Acak Lagi!

Pengguna angkutan darat baik umum maupun pribadi mesti bersiap terkena rapid test antigen secara acak lagi mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  17:13 WIB
Ilustrasi - KAI
Ilustrasi - KAI

Bisnis.com, SUBANG - Pemerintah memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pulau Jawa dan Bali.

Pengguna angkutan darat baik umum maupun pribadi mesti bersiap menjalani rapid test antigen yang diadakan secara acak mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menuturkan pihaknya akan kembali melakukan pembatasan angkutan darat melalui pembatasan kapasitas angkutan umum maksimal 50 persen dan pelaksanaan rapid test antigen acak di sejumlah tempat.

"Jadi sesuai dengan surat edaran kami No 01/2021 untuk pembatasan jalan menggunakan moda transportasi darat, untuk kendaraan pribadi kami mengimbau kepada masyarakat sudah menggunakan rapid test antigen," jelasnya di sela kunjungan ke Pelabuhan Patimban, Minggu (10/1/2021).

Selain itu, bagi pengguna angkutan umum, Budi menyiapkan random rapid test antigen seperti saat periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Pelaksanaan rapid antigen secara acak ini akan dilakukan di beberapa terminal tipe A dan tipe B.

"Kami melakukan random sampling di beberapa terminal tipe A, bahkan untuk terminal tipe B pun dan beberapa Dishub pun akan kami bantu beberapa reagen rapid test antigen akan kami berikan," ujarnya.

Pihaknya sudah meminta kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekitar 20.000 unit alat reagen rapid test antigen. Bahkan, lanjutnya, sisa reagen saat Nataru pun akan dimaksimalkan pada periode tes acak kali ini.

Budi menyebutkan tes acak rapid antigen ini akan dimulai pada Senin (11/21/2021) untuk pengguna kendaraan angkutan umum bus terutama di terminal terminal tipe A.

"Kemudian di perjalanan juga akan kami coba lakukan, jadi untuk ini kami cuma mengimbau saja kepada masyarakat terutama pengguna kendaraan pribadi dan juga pengguna kendaraan umum kalau memang tidak perlu jangan keluar," katanya.

Pihaknya juga kembali memberlakukan pembatasan kapasitas penumpang bus menjadi maksimal 50 persen dari kapasitas aslinya. Hal ini demi menjaga protokol kesehatan menjaga jarak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Rapid Test PPKM
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top