Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bikin Lintasan Ferry ke Patimban, ASDP Ternyata Dapat Subsidi

Kemenhub bersama PT ASDP Indonesia Ferry Persero pada Minggu (10/1/2021) meluncurkan pelayaran perdana lintas penyeberangan ferry jarak jauh dari Pelabuhan Patimban ke sejumlah tujuan di Indonesia. Lintasan baru ini menggunakan subsidi pemerintah dan diharapkan segera komersil.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  16:25 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kendaraan bermotor ke dalam kapal MV Ostina saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020).  - ANTARA
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kendaraan bermotor ke dalam kapal MV Ostina saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). - ANTARA

Bisnis.com, SUBANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry Persero pada Minggu (10/1/2021) meluncurkan pelayaran perdana lintas penyeberangan ferry jarak jauh atau long distance ferry (LDF) dari Pelabuhan Patimban ke sejumlah tujuan di Indonesia. Peluncuran lintasan baru ini dengan menggunakan subsidi pemerintah dan diharapkan segera komersil.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menuturkan potensi Pelabuhan Patimban untuk menjadi hub ferry jarak jauh cukup besar. Dia menyebut ketika pelayaran perdana ini saja banyak muatan yang tidak sempat terangkut karena waktu persiapan yang pendek.

"Toyota juga yang terbesar itu belum ke sini, untuk ASDP yang kami senang jadi ada mengembangkan kompetensi baru memastikan yang kita angkut barang-barang bernilai tinggi, punya kesempatan meningkatkan kelas, dan kami tersertifikasi untuk melaksanakan itu. Tadi ada Toyota, Suzuki, juga ada Wuling yang harus kami kejar lagi," urainya di Pelabuhan Patimban, Subang, Minggu (10/1/2021) .

Menurutnya, pengoperasian tahap awal lintasan LDF dari Pelabuhan Patimban, Subang menuju Pelabuhan Panjang, Lampung ini merupakan lintasan LDF keempat yang dilayani ASDP setelah lintasan Surabaya-Lembar, Jakarta-Surabaya, dan Ketapang-Lembar.

"Saat ini ada subsidinya tapi kita lihat setahun ini kalau marketnya bagus komersial semuanya, jadwalnya sudah tetap dalam sepekan," terangnya.

Rencananya, lintasan LDF Patimban-Panjang sejauh 210 mil dengan waktu tempuh pelayaran 19 jam ini akan dilayani oleh KMP Ferrindo 5 yang dioperasikan ASDP.

Untuk lintas Patimban-Banjarmasin sejauh 444 mil dengan estimasi waktu tempuh 40 jam, dan lintas Patimban-Pontianak 420 mil dengan estimasi waktu tempuh 38 jam. KMP Ferrindo 5 memiliki spesifikasi teknis berukuran 3.566 GT, dengan panjang Kapal (LOA) 91,74 meter, dan lebar kapal 15,5 meter dengan kapasitas angkut 56 orang penumpang dan 109 unit kendaraan campuran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan pihaknya optimis pelayaran perdana LFH ini akan mempercepat kemajuan Pelabuhan Patimban. Dalam pelayaran perdana ini kapal ini mengangkut kargo kendaraan sebanyak 98 unit kendaraan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor.

"Pelabuhan Patimban ini pelabuhan baru tapi kami optimis kita harus bisa membuat Patimban ini semakin lama makin hidup supaya ekonomi juga tumbuh lebih cepat, ini mulai dengan kapal ro-ro, kami juga berupaya mencari kargo yang lain, harapannya nanti ini bisa kontinyu," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pelayaran ferry jarak jauh ini akan melayani tiga rute yaitu Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin. Dia juga menegaskan operator kapal ferry lainnya juga sangat mungkin membuka rute Pelabuhan Patimban untuk kepentingan logistik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt asdp indonesia ferry pelabuhan patimban
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top