Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konglomerasi Korea Selatan Investasi Triliunan Rupiah di Produsen Bahan Bakar Sel

Korea Selatan secara agresif mengejar bahan bakar sel dan hidrogen, menjadikannya fokus utama bagi perusahaan AS.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  16:19 WIB
Logo konglemerasi asal Korea Selatan, SK Group -  Bloomberg
Logo konglemerasi asal Korea Selatan, SK Group - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Konglomerasi Korea Selatan SK Group mengucurkan investasi senilai US$1,5 miliar atau Rp21 triliun pada produsen bahan bakar sel atau fuel cell Amerika Serikat, Plug Power Inc.

Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan penggunaan hidrogen sebagai sumber energi alternatif di Asia.

Perusahaan-perusahaan tersebut membentuk usaha patungan untuk menyediakan sistem bahan bakar hidrogen, stasiun pengisian bahan bakar dan elektroliser di Korea Selatan dan di tempat lain, kata SK dan Plug dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Kamis (7/1/2021).

Ini adalah langkah yang dilakukan saat perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia mendorong penggunaan hidrogen pada pembangkit listrik, kendaraan, dan tempat lain sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Walaupun sebagian besar hidrogen dihasilkan dari gas alam, hidrogen dapat dihasilkan dari air melalui elektrolisis yang didukung oleh energi terbarukan. Saat dibakar, bahan itu tidak menghasilkan gas rumah kaca.

Korea Selatan secara agresif mengejar bahan bakar sel dan hidrogen, menjadikannya fokus utama bagi perusahaan AS. Bloom Energy Corp. baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan SK Engineering & Construction untuk menyebarkan bahan bakar sel sebesar 28 megawatt di negara tersebut.

Plug Power, yang berbasis di Latham, New York, telah menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk menemukan aplikasi yang menguntungkan untuk sel bahan bakar hidrogen. Perusahaan itu paling terkenal karena menawarkan bahan bakar sel yang menjalankan forklift dan peralatan penanganan kargo lainnya.

Saham perusahaan telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena para investor mencari cara untuk bertaruh pada kemunculan ekonomi hidrogen. Meskipun telah membuat bahan bakar sel selama lebih dari satu dekade, tahun lalu perusahaan berkembang menjadi produksen dan distributor hidrogen melalui serangkaian akuisisi.

SK Group mengakuisisi sekitar 51,4 juta saham Plug Power seharga US$29,29 per lembar. Saham Plug Power ditutup 7,5 persen lebih tinggi kemarin di angka US$35, sementara pesaing FuelCell Energy Inc naik 9,8 persen. Perusahaan induk SK Group, SK Holdings Co., memperpanjang kenaikan pada hari ini dan naik 8,8 persen pada pukul 14:49. di Seoul.

SK Innovation, unit energi dan bahan kimia dari SK Group, saat ini sedang membangun dua pabrik baterai kendaraan mobil listrik di Georgia, dengan pengoperasian awal pada fasilitas pertama yang dijadwalkan dimulai tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan energi terbarukan Hidrogen
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top