Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari Investor Strategis, Kencana Energi (KEEN) Tawarkan 25 Persen Saham

Selain mencari mitra strategis di level perusahaan, KEEN juga membuka peluang kerja sama untuk proyek-proyek EBT yang akan dikembangkan perseroan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  16:34 WIB
Salah satu proyek listrik tenaga air yang dikembangkan oleh PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN). - Istimewa
Salah satu proyek listrik tenaga air yang dikembangkan oleh PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia energi baru terbarukan, PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN), sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa calon investor strategis. Jika tercapai kesepakatan, Kencana Energi setidaknya akan melepas 20 persen—25 persen saham pada investor strategis tersebut.

Wilson Maknawi, Wakil Presiden Direktur Kencana Energi Lestari, mengatakan bahwa calon investor tersebut terdiri atas investor strategis besar yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT), baik internasional maupun nasional.

"Mitra strategis belum bisa banyak disclose. Masuk ke holding level, kami targetkan tahun depan atau mungkin bertahap pada 2022," ujar Wilson dalam diskusi virtual, Senin (28/12/2020).

Investor strategis tersebut diharapkan mempunyai visi dan misi yang sama dengan KEEN sehingga dapat bersinergi bersama untuk mengembangkan proyek-proyek pembangkit EBT, mulai dari identifikasi proyek berkualitas, eksekusi pembangunan proyek, hingga pengoperasian proyek.

"Dari segi kontribusi yang kami harapkan dari mitra strategis kami, kami cari mitra yang dapat tumbuh bersama kami. Jadi, bukan hanya finansial, tapi juga membawa operasional dan teknikal pada saat nanti kami bangun dan operasikan pembangkit kami. Mitra strategis nanti diharapkan bisa membuka peluang proyek lain di Indonesia dan luar Indonesia," imbuhnya.

Selain mencari mitra strategis di level perusahaan, KEEN juga membuka peluang kerja sama untuk proyek-proyek EBT yang akan dikembangkan perseroan.

KEEN akan mengembangkan tiga proyek baru. Ketiga proyek tersebut meliputi PLTA Kalaena di Luwu Timur berkapasitas 75 megawatt (MW), PLTA Salu Uro di Luwu Utara berkapasitas 90 MW, dan PLTA Pakkat 2 di Sumatra Utara dengan kapasitas 35 MW. Untuk mengembangkan tiga pembangkit tersebut dibutuhkan dukungan dana investasi sekitar US$500 juta.

"Kami juga buka peluang mitra di project level. Investor dalam project level ini bisa dari investor yang akan masuk di KEEN atau dari luar. Ini tergantung pada kebutuhan proyek," kata Wilson.

Sejak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 September 2019, KEEN sudah mencatat pertumbuhan bisnis yang cukup menjanjikan. Saat IPO, Kencana Energi baru memiliki satu PLTA, yakni PLTA Pakkat melalui PT Energy Sakti Sentosa dengan kapasitas 18 MW.

Setelah IPO, perseroan sukses menyelesaikan pembangunan dan mulai mengoperasikan PLTA Air Putih di Bengkulu melalui PT Bangun Tirta Lestari dengan kapasitas 21 MW.

Tahun depan perseroan akan mengoperasikan PLTMH di Madong, Toraja Utara yang pengerjaannya hampir tuntas sehingga total kapasitas yang dikelola perusahaan akan naik menjadi sekitar 50 MW.

Direktur Keuangan KEEN Giat Widjaja mengatakan bahwa sejalan dengan penambahan dan optimalisasi kapasitas, kinerja keuangan perusahaan memperlihatkan tren pertumbuhan positif.

Aset perusahaan yang pada 2019 sekitar US$260,8 juta, diperkirakan tumbuh menjadi US$279,6 juta pada akhir 2020 dan menjadi US$306,4 juta pada akhir 2021.

Sementara itu, pendapatan perusahaan antara 2019 dan 2020 diperkirakan berkisar US$23,7 juta dan ditargetkan naik menjadi US$47,4 juta pada 2021, sedangkan laba bersih diprediksi meningkat dari US$3,6 juta pada 2019 menjadi US$4,7 juta 2020 ini.

“Selanjutnya, laba bersih 2021 ditargetkan menjadi US$11,1 juta,” ujar Giat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan Kencana Energi Lestari
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top